Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Suasana ruang pameran tombak bertajuk "Pasar Sasen #5: Ujung Tombak" yang digelar Paguyuban Keris Lar Gangsir di Omah Dhuwung, Wukirsari, Cangkringan, Sleman pada Sabtu (29/5/2021)-Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN- Sebagai salah satu upaya melestarikan kebudayaan, Paguyuban Keris Lar Gangsir menggelar pameran tombak dan bursa tosan aji di Omah Dhuwung, Wukirsari, Cangkringan, Sleman mulai Sabtu (29/5/2021). Pameran bertajuk "Pasar Sasen #5: Ujung Tombak" ini akan berlangsung selama dua bulan ke depan.
Jika biasanya Lar Gangsir menggelar pameran mengenai keris, maka tema yang diangkat dalam pameran kali ini ialah tombak. "Hari ini kita menampilkan tombak, agak mirip dengan keris karena termasuk tosan aji, diposisikan tidak hanya sebagai senjata tapi juga pusaka," kata Nilo Suseno, Ketua Paguyuban Lar Gangsir usai pembukaan pameran.
Ada 150 tombak yang dipamerkan di acara tersebut. Yang paling tua, menurut Nilo, ada tombak dari masa Kerajaan Singosari dan Majapahit yang turut dipamerkan.
BACA JUGA: Buntut Viral Kasus Harga Nuthuk, Pemkot Jogja Tutup Paksa 3 Warung Makan
Menariknya, pameran ini dibuka dengan demo pencak silat dengan menggunakan senjata tombak. Selain untuk edukasi kepada pengunjung, pameran ini juga menjadi sarana silaturahmi antar anggota komunitas.
Tak hanya pameran, para penggemar tosan aji juga bisa melakukan pembelian koleksi melalui bursa. Selain itu, dalam pameran ini juga akan diadakan sarasehan untuk berdiskusi mengenai tombak.
"Tujuan dari event ini adalah untuk melestarikan kebudayaan, terutama untuk kalangan muda supaya mereka tidak merasa asing terhadap tosan aji. Kita ingin sampaikan bahwa tosan aji punya aspek seni, filosofi, dan makna yang beragam du dalamnya. Sebab, simbol dan motifnya banyak sekali, seperti pada batik," terang Nilo.
Oleh karena itu, mereka mengadakan pameran ini di Omah Dhuwung yang selain memiliki ruang pamer, juga merupakan kafe yang sering didatangi anak muda. Ia berharap anak muda bisa beraktivitas di kafe sekaligus mengenal tosan aji melalui display yang digelar.
Salah satu pengunjung pameran tersebut, Evi, 24, berharap ada atraksi tambahan dari pameran tersebut yang bisa menarik minat anak muda untuk mengenal tombak dan keris. "Perlu ada atraksi tambahan, maskot, atau hal lainnya yang lebih menarik, sehingga nggak cuma menonton koleksi keris yang dipajang saja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.