Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). /ANTARA FOTO-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SLEMAN--Aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Merapi memuntahkan awan panas guguran sejauh 3 km pada Minggu (30/5/2021), jarak luncur terjauh selama periode erupsi 2021.
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menjelaskan awan panas guguran terjadi pukul 12.20 WIB,tercatat dalam seismogram dengan amplitudo 48 mm, durasi 322 detik dan jarak luncur 3 km ke arah barat daya. “Saat itu cuaca berkabut, arah angin ke tenggara,” ujarnya.
BACA JUGA : BPPTKG Pastikan Tak Ada Sinyal Kegempaan Pasca Kilatan Cahaya di Merapi
Jarak luncur awan panas ini merupakan yang terjauh sejak Merapi dinyatakan erupsi pada 7 Januari lalu. Jarak luncur awan panas terjauh sebelumnya tercatat 2 km. Meski cukup jauh, hingga saat ini belum ada laporan munculnya hujan abu akibat awan panas guguran tersebut.
Pada hari sebelumnya, Sabtu (29/5), BPPTKG juga mengamati adanya awan panas guguran pada pukul 9.46 WIB, tercatat dalam seismogram dengan amplitudo 40 mm, durasi 119 detik dan estimasi jarak luncur sejauh 1,6 km ke arah yang sama.
Berdasarkan analisis morfologi area puncak, volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.264.800 meter kubik dengan laju pertumbuhan 11.600 meter kubik per hari. Sementara pada kubah lava kedua yang berlokasi di tengah kawah, tidak terjadi perubahan signifikan dari minggu sebelumnya.
Dengan kondisi kedua kubah lava ini, aktivitas guguran Merapi masih intens terjadi. Dalam laporan mingguan BPPTKG 21-27 Mei, tercatat total terjadi awan panas guguran terjadi sebanyak 15 kali dengan jarak luncur maksimal 2 km ke arah barat daya dengan amplitudo maksimal 60 mm dan durasi 140 detik.
BACA JUGA :Dua Hujan Meteor Tengah Terjadi Saat Kilatan Cahaya Jatuh di Gunung Merapi
Sementara guguran lava teramati sebanyak 70 kali dengan jarak luncur maksimal 1,8 km ke arah barat daya. Pada kegempaan, tercatat 15 kali gempa awan panas guguran (AP), 22 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 201 kali gempa Fase Banyak (MP), 949 kali gempa Guguran (RF), 43 kali gempa Hembusan (DG) dan sembilan kali gempa Tektonik (TT).
Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu sebelumnya. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan–Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,
PSS Sleman memastikan mayoritas pemain dalam kondisi fit jelang Super League 2026/2027. Hanif Sjahbandi segera kembali ke Sleman setelah menjalani pemulihan ced
Prahdiska Bagas Shujiwo dan Thalita Ramadhani Wiryawan sukses melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah menyingkirkan lawan masing-masing di Taipei Aren