Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Pandu Bani Nugraha/Facebook Pandu Bani Nugraha
Harianjogja.com, BANTUL—Pandu Bani Nugraha, sukarelawan yang berjibaku menyelamatkan penduduk lereng Merapi saat erupsi besar 2010 lalu meninggal dunia dalam kecelakaan di Simpang Empat Bakulan, Jetis, Bantul, Kamis (3/6/2021) dini hari WIB WIB. Banu menjadi korban tabrak lari. Polisi kini menyelidiki kendaraan yang bertabrakan dengan sepeda motor Banu.
Kamis pukul 02.40 WIB, laporan kecelakaan lalu lintas di Simpang Empat Bakulan masuk ke kepolisian. Kanit Laka Lantas Polres Bantul, Iptu Maryono mengatakan sepeda motor matik yang ditunggangi Banu melaju dari arah selatan ke utara hendak melewati simpang empat Bakulan. Dari arah yang melintang, kendaraan bermotor tak dikenal melintas dari arah barat ke timur.
BACA JUGA: 3.116 Orang DIY Batal Naik Haji, Antrean Jadi 30 Tahun
Kendaraan tak dikenal yang melaju dengan kecepatan tinggi mengakibatkan kecelakaan. Motor yang ditunggangi Pandu dan kendaraan tak dikenal bertabrakan tepat di persimpangan. Maryono mengatakan motor Pandu rusak di sana-sini, mulai shockbreaker depan bengkok dan lampu hingga slebor depan pecah.
"Dari arah barat melaju juga kendaraam bermotor yang tidak dikenal dengan kecepatan tinggi. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kemudian terjadilah kecelakaan lalu lintas. Kendaraam bermotor yang tidak dikenal terus melaju ke arah timur meninggalkan TKP," tutur Maryono.
Pandu mengalami sejumlah luka yang cukup parah. Dia empat dibawa ke RSUD Panembahan Senopati, dan akhirnya meninggal dunia. "Korban mengalami luka pada bagian kepala dan dada memar. Kemudian di bawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul dan meninggal dunia," jelasnya.
Saat kecelakaan, mendiang Pandu memboncengkan seorang penumpang bernama Yuli Astuti. Pembonceng selamat dalam insisen ini dan tidak mengalami luka-luka apa pun.
BACA JUGA: Tanpa Sewa Jip, Wisatawan Kini Boleh Bawa Kendaraan Pribadi ke Petilasan Mbah Maridjan
“Kami masih melaksanakan penyelidikan. Mengumpulkan keterangan saksi di TKP. Karena posisi malam, kami kesulitan mencari info. Masih kami dalami dengan mencari titik terang dan mencari CCTV di sekitar TKP," ujar dia.
Pandu Bani Nugraha meninggal dalam usia 31 tahun. Dia adalah relawan yang melakukan evakuasi saat bencana erupsi Merapi 2010. Kala itu, Pandu menggendong istri Ponimin, warga yang tinggal di Kaliadem, melewati hujan abu vulkanik. Kaki Pandu sampai melepuh akibat melawati pasir panas. Sementara, Ponimin dan anak-anaknya keluar rumah sambil berjalan beralaskan bantal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
petugas mengamankan seorang pria berinisial MAR, warga Magelang, yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Embarkasi haji berbasis hotel di DIY diklaim sukses tanpa keluhan krusial. Sistem ini disebut lebih nyaman dan efisien bagi jemaah.
Google resmi memperkenalkan Gemini Spark, AI agent terbaru yang dapat bekerja otomatis 24 jam tanpa terus menerima perintah pengguna.
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.