Tanpa Sewa Jip, Wisatawan Kini Boleh Bawa Kendaraan Pribadi ke Petilasan Mbah Maridjan

Wisata jeep di sekitar Gunung Merapi sudah mulai beroperasi, di Kali Kuning, Desa Umbulharjo, Cangkringan pada (12/5/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
03 Juni 2021 06:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman mempersilakan kendaraan pribadi naik ke objek wisata petilasan Mbah Marijan. Wisatawan bisa membawa kendaraannya sendiri tanpa harus menggunakan jip wisata.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan kasus pemaksaan wisatawan untuk menaiki jeep wisata ke petilasan mbah Marijan sudah dibahas dan diselesaikan oleh pemangku wilayah. Pemkab, katanya, memperbolehkan kendaraan pribadi untuk naik ke petilasan mbah Marijan.

BACA JUGA : Wisatawan Diwajibkan Naik Jip, Asosiasi: Ini yang Bikin

Wisatawan pun tidak diwajibkan untuk menggunakan jasa angkutan jeep wisata atau lainnya dengan cara paksa. Dia berharap kasus serupa tidak terjadi di masa mendatang. "Silakan, boleh [naik kendaraan pribadi] asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan [prokes] dan berhati-hati," kata Harda, Rabu (2/6/2021).

Menurut Harda, kasus yang sama juga sempat viral beberapa tahun lalu. Dia menyayangkan kasus tersebut kembali terjadi. Padahal oknum yang memaksa wisatawan naik jip wisata saat itu, juga sudah berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.

"Nah karena dulu sudah berjanji, kemudian dilanggar, maka saat ini konsekuensi apa yang dilanggar itu yang ditegakkan. Sudah diselesaikan di tingkat panewu dan teman-teman penegak hukum," kata Harda.

Menurutnya, masa pandemi saat ini berpengaruh pada pariwisata. Terutama masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari jasa pariwisata. Kondisi tersebut menyebabkan sang oknum melakukan tindakan itu.

"Wisatawan yang dilayani sangat berkurang, ya ada kekhilafan itu manusiawi. Mudah-mudahan ini yang terakhir kalinya dan tidak terjadi lagi di masa mendatang," tandasnya.

BACA JUGA : Wisatawan Gagal Kunjungi Petilasan Mbah

Sebelumnya Keluhan soal pariwisata di DIY kembali terjadi. Kali ini, seorang wisatawan mempertanyakan keharusan menyewa kendaraan jip untuk menuju Petilasan Mbah Maridjan di Lereng Merapi.

Keluhan itu disampaikan oleh wisatawan dengan akun Iqbal Basyari ke salah satu grup Facebook pada Minggu (30/5/2021) sekaligus melalui akun Twitternya @iqbalbasyari. Cuitan di Twitter ini sempat diposting ulang oleh sejumlah akun lain sehingga ramai dibicarakan warganet.

Dalam tulisannya, Iqbal mengaku tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju Petilasan Mbah Maridjan. Orang-orang setempat ia sebut menyetopnya 1,5 kilometer sebelum Kinahrejo dan memaksanya untuk naik jip jika ingin lanjut ke Petilasan Mbah Maridjan

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Aris Herbandang mengatakan Dispar bersama pemangku wilayah langsung menindaklanjuti peristiwa tersebut agar tidak terulang kembali.

"Salah satunya dengan upaya penguatan SDM di kawasan wisata tersebut. Agar mereka memiliki aturan yang sama," katanya.

Menurut Bandang, sampai saat ini Dispar belum melihat penurunan kunjungan wisatawan pasca peristiwa itu. Dispar berharap agar wisatawan tetap mengunjungi objek wisata di lereng Merapi dengan tetap menerapkan prokes dan jarak aman dengan puncak Gunung Merapi.

BACA JUGA : Sering Diprotes di Medsos, Wisata DIY Wajib Berbenah

"Kami sudah koordinasi dengan semua objek wisata di sana, mulai Bungker, Kinahrejo dan Klangon terkait mitigasi bencana. Ini upaya kami lakukan terkait dengan masalah emergency erupsi Merapi," katanya.

Menurut Bandang, kendaraan pribadi dibolehkan untuk naik ke objek wisata di kaki Merapi. Syaratnya kondisi kendaraan harus fit, tidak bermasalah dan pengemudi memang memiliki kemampuan naik turun di wilayah pegunungan. Adapun untuk bus memang tidak boleh naik karena jika bermanuver membutuhkan ruang yang cukup.

"Kalau kendaraan pribadi mau naik silahkan tapi pengemudi harus menguasai medan karena jalan ke lokasi cukup menanjak sehingga pengemudi dituntut menguasai medan," katanya.