Pendidikan Karakter Tak Cukup Jadi Pelajaran
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Kawasan Tugu Yogyakarta
Harianjogja.com, JOGJA—Kota Yogyakarta terus bebenah dalam hal infrastuktur. Meski pandemi Covid-19 melanda, program infrastruktur fisik tetap berjalan. Menurut Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, pengerjaan proyek fisik semasa pandemi salah satunya bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Proyek fisik bisa menggerakkan sektor riil di masyarakat. Ada aspek belanja yang menjaga perputaran uang di masyarakat. “Selain itu, proyek fisik ini juga berdampak pada aspek ketenagakerjaan. Pandemi Covid-19 yang banyak menurunkan atau menghilangkan pekerjaan masyarakat, dengan proyek pengerjaan infrastruktur ini harapannya bisa sedikit banyak membantu masyarakat. Peran pemerintah dalam hal ketenagakerjaan,” kata Haryadi, Jumat (4/6).
Selain bisa berdampak pada perekonomian masyarakat, program infrastruktur ini juga menjadi langkah Pemkot Yogyakarta dalam pengembangan sektor pariwisata. Setidaknya ada lima kawasan yang saat ini menjadi prioritas pengembangan yaitu Malioboro, Kraton, Pakualaman, Kotagede, dan Kotabaru.
Menurut Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, pada 2021 fokus pengembangan infrastuktur berada di kawasan Titik Nol Kilometer sampai Ngabean dan Kotabaru. Akan ada perbaikan jalur pedestrian Titik Nol Kilometer sampai Taman Parkir Ngabean. Hal ini sebagai serangkaian pembentukan kawasan giratori di sekitar Malioboro.
“Di satuan ruang Malioboro akan dibentuk pusat kota dengan pendukung giratori di jalan-jalan yang mengelilingi di sekitarnya. Artinya di Kota Yogyakarta ada pusatnya pusat. Pembangunan dengan basis budaya sebagai ikonik dan penciptaan atmosfer jalur pedestrian,” kata Heroe.
Pengembangan jalur pedestrian, menurut Heroe dimaksudkan sebagai upaya memudahkan mobilitas masyarakat dengan jalan kaki. Dengan infrastruktur yang memadai, satu titik ke titik lain bisa tersambung dengan aman dan nyaman.
Budaya Bersepeda
Tidak hanya pedestrian, Pemkot Yogyakarta juga menggaungkan budaya bersepeda. Tujuan utamanya untuk mengurangi polusi dan nostalgia Kota Yogyakarta zaman dahulu. Selain pembangunan infrastuktur pendukung, ada juga program wisata yang fokus pada sepeda. Dalam waktu dekat, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta akan merilis Monalisa atau Menikmati Harmoni Yogyakarta dengan Lima Jalur Sepeda.
“Monalisa ini gabungan dari wisata olahraga bersepeda, menikmati harmoni Yogyakarta dari segi bangunan serta masyarakatnya, serta kuliner dan atraksi seni budaya. Dari lima jalur ini, sudah ada paket sepanjang jalur terkait beberapa jenis wisata tersebut,” kata Heroe. “Wisatawan tidak perlu repot membawa sepeda sendiri. Mereka tinggal datang ke tempat pemberangkatan dan sudah tersedia sepeda beserta seluruh perlengkapannya.”
Sementara untuk kawasan Kotabaru, pengembangan lebih kepada sektor ekonomi kreatif. Kawasan ini akan menjadi pusat co-working space outdoor.
Menurut Sekretaris Daerah Pemkot Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, nantinya banyak hal yang bisa dilakukan dan diciptakan oleh masyarakat di kawasan Kotabaru ini. “Ini menjadi meeting point lokal, agar tidak semuanya di Malioboro. Di sini akan menjadi pusat ekonomi kreatif bagi masyarakat,” kata Aman.
Semua pembenahan dan pengembangan ini agar suasana Kota Yogyakarta semakin ikonik. Selain itu, agar suasana Yogyakarta senantiasa segar dan baru. “Saat waktunya nanti pariwisata mulai bangkit dan segala infrastruktur ini siap, harapannya bisa memberikan dampak baik untuk segala kalangan,” kata Aman. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.