Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi. /Espos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Forum Guru Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul mempertanyakan kejelasakan terkait dengan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pasalnya, hingga sekarang belum ada kepastian tentang perekrutan hingga jumlah formasi yang tersedia di Bumi Handayani.
Ketua FHSN Gunungkidul, Aris Wijayanto mengatakan, belum ada kejelasan tentang rekrutmen P3K di bidang pendidikan. Informasi yang berkembang, Juni akan dimulai pendaftaran, namun hingga sekarang belum ada realisasinya. “Kami masih tunggu informasinya seperti apa karena hal tersebut sangat ditunggu,” kata Aris, Selasa (22/6/2021).
Menurut dia, rekrutmen P3K sangat dibutuhkan menjadi salah satu jalan bagi guru honorer untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah, terutama yang usianya sudah di atas 35 tahun. Aris pun mengakui informasi berkaitan dengan perekrutan juga masih sangat minim karena jumlah kuota yang tersedia belum diketahui hingga sekarang.
BACA JUGA: Pasien Covid-19 Melonjak, Gunungkidul Mulai Kekurangan Tenaga Kesehatan dan Oksigen
“Ya kalau usianya di bawah 35 tahun, masih bisa ikut CPNS. Tapi, kalau sudah di atasnya tidak bisa lagi karena satu-satunya jalur hanya melalui pererkurtan P3K,” ungkapnya.
Dijelaskannya, perekrutan P3K di bidang pendidikan akan ada kuota afirmasi bagi honorer di atas 35 tahun sebanyak 15%. FHSN Gunungkidul berharap didalam penerimaan nantinya pengalaman mengajar menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk penerimaan. “Masa kerja harus jadi pertimbangan karena masih banyak guru yang mengajar lama, tapi statusnya masih honorer,” katanya.
Aris menuturkan, untuk sekarang ada kesenjangan kesejahteraan antara guru PNS dengan honorer. Padahal, sambung dia, dari sisi beban kerja tidak ada perbedaan yang mencolok. “Sama-sama ada kewajiban mengajar, tapi untuk kesejahteraan, guru honorer yang mendapatkan penghasilan di bawah Upah Minimum Kabupaten,” katanya.
Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan, untuk perekrutan P3K di bidang pendidikan masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Pusat. “Belum ada informasi detail berkaitan dengan rekrutmen karena hingga sekarang kami masih menunggunya,” katanya.
Ia pun berjanji pada saat ada informasi berkaitan dengan perekrutan akan diinformasikan secara terbuka. “Memang belum ada tapi nanti saat dibuka akan kami umumkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.