Gunungkidul Krisis Air Saat Kemarau, Sungai Bawah Tanah Jadi Solusi
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kantor Kapanewon Semin ditutup sementra dikarenakan adanya lima pegawai yang dinyatakan positif Corona. Rencananya, kantor pelayanan akan kembali buka pada Senin (28/6/2021) mendatang.
Panewu Anom Semin, Sri Agus Suharyati mengatakan, penutupan kantor kapanewon dilakukan selama dua hari mulai Kamis (24/6/2021) hingga Jumat (25/6/2021). Penutupan dilakukan karena menunggu hasil tes PCR yang dilakukan terhadap 16 pegawai di lingkup kapanewon. Selama menunggu hasil tes, pegawai diwajibkan menjalani karantina secara mandiri.
“Kemarin [Rabu 23/6/2021] masih buka setengah hari. Tapi untuk hari ini dan besok ditutup sementara. Mudah-mudahan Senin [28/6/2021] sudah kembai buka seperti biasa,” kata Sri saat dihubungi, Kamis siang.
Dia menjelaskan, tes PCR terhadap puluhan pegawai ini bermula adanya salah seorang yang dinyatakan positif corona. Pada awalnya hanya lima orang yang dilakukan tracing karena melakukan kontak dengan pegawai yang dinyatakan positif corona, namun hasil tes itu, empat orang dinyatakan tertular. Adanya hasil ini maka seluruh pegawai di lingkup kapanewon dilakukan tes PCR.
“Saya termasuk yang dites, tapi hasilnya negatif. Untuk Pak Panewu [Witanto] dan tiga pegawai lain dinyaakan positif. Sekarang, kami juga menunggu hasil tes PCR untuk 16 pegawai lainnya,” ungkapnya.
Meski kantor kapanewon ditutup sementara waktu, ada upaya membuka pelayanan darurat melalui daring. Salah satunya untuk permohonan Surat keterangan Tidak Mampu (SKTM).
BACA JUGA: Ketersediaan Oksigen di RSUD Nyi Ageng Serang Masih Cukup
“Hanya untuk urusan bersifat mendesak dan kami sudah menyebar nomor WA guna pelayanan secara daring. sedangkan urusan administrqasi kependudukan, kami sarankan mengurus langsung ke kantor dinas kependudukan dan catatan sipil,” kata Sri.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajad Ruswandono saat dikonfirmasi membenarkan adanya pegawai di lingkup pemkab yang dinyatakan positif corona. Menurut dia, pegawai yang tertular di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Asti Wijayanti dan Panewu Semin Witanto.
“Untuk kepala dinas pariwisata tertular setelah menghadiri sebuah acara hajatan. Sedangkan Panewu Semin bermula dari kegiatan takziah di wilayah Karangmojo,” katanya.
Drajad menuturkan, adanya konfirmasi positif tersebut upaya tracing terus dilakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Pegawai yang dinyatakan positif juga sudah menjalani isolasi secara mandiri,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Alfamidi kembali menyalurkan 1.500 telur untuk 50 balita di Margodadi, Sleman, sebagai bagian dari program CSR pencegahan stunting.
Pemerintah menargetkan kemiskinan nasional turun menjadi 6–6,5 persen pada 2027 dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen.
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Pejabat Sleman yang gagal mencapai target kinerja bisa dikenai sanksi hingga demosi. Evaluasi mengacu pada Perbup Sleman No. 35/2026.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.