DPRD Bantul Dorong Tambahan Anggaran Atasi Kekeringan dan Karhutla
DPRD Bantul mendorong tambahan anggaran APBD Perubahan 2026 untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla selama kemarau.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengaku masih terus menyiapkan skema pembelajaran tatap muka (PTM) meski kasus Covid-19 kian melonjak. Hanya saja, opsi untuk menggelar PTM pada tahun ajaran baru mendatang dimungkinkan bakal ditunda seiring dengan kasus Covid-19 yang belum mereda.
"Kita terus mempersiapkan tapi kalau kondisi Covid-19 nya masih seperti ini ya kami memang belum berani mengizinkan juga. Karena kan kecepatan sebarannya belum bisa dipetakan dan dipolakan," kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, Minggu (27/6/2021)
Heroe menyebut bahwa, pola sebaran virus Corona yang belum bisa terdeteksi dan dipetakan sumber penularannya tentu menyebabkan setiap orang khawatir. Pihaknya juga tidak mau mengambil risiko jika mengadakan PTM di tiap sekolah. Maka itu, perlu perlu adanya analisis yang komprehensif agar dapat memetakan pola sebaran Covid-19.
BACA JUGA: Tom Cruise Diduga Positif Covid-19, Syuting Mission: Impossible 7 Ditunda
"Sekarang kan kami sedang mencoba untuk memetakan dan membuat pola. Apa sih penyebabnya dan penularannya dari mana. Selama itu masih belum jelas asal usul penyebabnya dari mana, kami belum bisa mengizinkan sekolah untuk tatap muka," ungkap dia.
Namun demikian, ia menyatakan bahwa pihaknya tetap mempersiapkan skema PTM dengan mengacu pada pedoman pembelajaran yang telah diedarkan oleh Kemendikbud Ristek RI. Sebab, jika sewaktu-waktu kasus Covid-19 melandai dan mulai bisa dikendalikan sekolah siap untuk menyelenggarakan PTM.
"Semuanya masih kami siapkan. Jadi siapa tahu kondisinya sudah memungkinkan untuk PTM ya nanti siapa tahu tahun ajaran baru bisa," katanya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja tidak mau gegabah terhadap rencana penyelenggaran pembelajaran tatap muka (PTM) yang direncanakan bakal dilangsungkan pada Juli mendatang. Di tengah kasus Covid-19 yang belakangan kian meluas, Disdikpora berharap rencana penyelenggaran PTM tetap mesti dikaji dengan hati-hati dan tidak tergesa-gesa.
Sekretaris Disdikpora Kota Jogja, Dedi Budiono mengatakan, pada rencana penyelenggaran PTM di Juli nanti pihaknya akan melihat tren kasus Covid-19 terlebih dahulu di wilayah setempat. Hal ini menurutnya penting guna memberikan keamanan dan kenyamanan kepada murid saat PTM diselenggarakan.
"Terkait pelaksanaan PTM pada tahun ajaran baru, pada prinsipnya kami melihat perkembangan Covid-19 dan kebijakan penanganan Covid-19 secara nasional maupun secara lokal," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong tambahan anggaran APBD Perubahan 2026 untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla selama kemarau.
Gempa M3,5 mengguncang selatan Bantul, Sabtu (5/9/2026) pagi. BMKG mencatat pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 14 km.
Pakar Turki menilai pipa minyak melalui Suriah sulit menggantikan Selat Hormuz karena biaya tinggi, keamanan, dan minimnya investor.
Harga emas Pegadaian hari ini, Sabtu 5 September 2026, mencakup Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
Kemlu memastikan dampak kabut asap karhutla lintas negara ditangani melalui kerja sama ASEAN dan koordinasi dengan negara tetangga.
Prabowo meminta penertiban kawasan hutan dilakukan tegas, profesional, transparan, dan akuntabel. Hasil penanganan diumumkan September 2026.