Hajatan FIFGROUP Sleman II Diserbu Pengunjung
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik./Ist-FOTO ANTARA
Harianjogja.com, SLEMAN- Dampak dari penuhnya keterisian tempat tidur (TT) pasien Covid-19 di Sleman mulai terasa. Banyak pasien yang tidak tertampung meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah.
Kondisi tersebut diakui juga oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo. Menurut Joko penyebab meninggalnya pasien Covid-19 saat isolasi mandiri disebabkan karena TT Covid-19 di rumah sakit penuh. Kondisi itu menyebabkan pasien virus Corona tidak bisa ditangani di rumah sakit.
"Kalau di awal dulu banyak yang meninggal [isoman] di rumah karena tidak mau ke rumah sakit dan mengira flu biasa, maka saat ini [yang isoman] karena tidak tertampung di rumah sakit," katanya saat jumpa pers secara virtual, Rabu (30/6/2021).
Berdasarkan data Dinkes Sleman, selama Juni ini tercatat sebanyak 145 kasus pasien yang meninggal dunia. Jumlah kasus pasien meninggal, kata Joko, sudah dua kali lipat kasus yang terjadi pada Januari lalu. "Jadi kasus kematian selama Juni ini pecah rekor. Di bulan Januari, yang meninggal ada 87 kasus, Februari 90 dan Mei 92 kasus. Di bulan Juni ini memang di luar dugaan, 145 orang meninggal dan ini mungkin bakal bertambah," kata Joko
BACA JUGA: Presiden Jokowi Putuskan PPKM Darurat di Jawa dan Bali
Jumlah kematian tersebut belum termasuk data kasus meninggal pada 30 Juni sebanyak 5 kasus sehingga total kasus kematian pasien sebanyak 150 kasus. Data yang dihimpun Dinkes ini berbeda dengan data dari Tim Dekontaminasi, Pemakaman dan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 BPBD Sleman.
Sejak 1 Juni hingga Rabu (30/6) siang, Tim Dekontaminasi sudah memakamkan sebanyak 225 jenazah dengan protokol kesehatan. Dari 225 jenazah yang dimakamkan, terdapat 41 pasien yang meninggal dunia saat melakukan isoman. "Data ini belum termasuk data pada 30 Juni di mana sampai Rabu siang sudah ada 20 jenazah yang dimakamkan," kata Koordinator Posko Dekontaminasi Covid-19 BPBD Sleman, Vincentius Lilik Resmiyanto.
Diakui Lilik, banyaknya pasien meninggal saat menjalani Isoman lantaran tidak mendapatkan penanganan di rumah sakit. Setiap kali relawan mencarikan kamar, katanya, kondisi rumah sakit penuh. "Karena penuh, memilih isoman. Keterbatasan oksigen juga ikut memperparah kondisi pasien. Ini yang terjadi," kata Lilik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 15 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
KOTAK resmi menjadi band independen setelah 18 tahun bersama label rekaman. Single YOLO menjadi simbol kebebasan kreatif dan era baru mereka.
AC mobil kurang dingin atau bau? Simak 7 cara merawat AC mobil agar tetap sejuk, awet, dan nyaman digunakan setiap har
Helicopter parenting atau pola asuh terlalu protektif bisa hambat perkembangan anak. Dari sulit ambil keputusan hingga risiko depresi, ini dampaknya. Simak penj