Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Foto ilustrasi: Petugas pemakaman membawa peti jenazah korban COVID-19 untuk dikuburkan di TPU Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/6/2021). /ANTARA FOTO-Yulius Satria Wijaya
Harianjogja.com, BANTUL - Terjadinya peningkatan angka kematian akibat Covid-19 membuat Pemkab Bantul berencana menambah tim pemulasaran jenazah. Pemkab juga akan menanggung biaya pemulasaran bagi warga miskin.
Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis menyampaikan bahwa tim TAPD Bantul akan menambah tim pemulasaran, selain pemenuhan peralatan oksigen. "Untuk penanganan Covid-19 ini kemarin TAPD melaksanakan rapat koordinasi, yang pertama kita akan melakukan pemenuhan terhadap peralatan untuk pembuatan oksigen. Kedua untuk pemulasaran," tuturnya Selasa (6/7/2021).
SDM yang bakal ditambahkan pada tim pemulasaran jenazah akan mendapat pelatihan. Mereka nantinya akan dikoordinir Satpol PP dalam hal ini Linmas.
"Dalam operasionalnya di lapangan itu sudah kita serahkan kepada Satpol PP, tentu koordinasi dengan BPBD, FPRB untuk menjaring SDM yang ada di lapangan, sehingga ketika terjadi persoalan pemulasaram jenazah bisa ditangani," imbuhnya.
Anggaran yang bakal disiapkan oleh Pemkab Bantul termasuk di dalamnya mencakup honor tim pemulasaran jenazah. "Kebutuhan anggaran yang diajukan biasanya honor SDM, biaya BBM mengantar yang bersangkutan ke lokasi. Kemudian petinya, ada kain kafannya, itu biasanya sudah include permintaan pemulasaran," terangnya.
"Kemarin-kemarin sudah seperti itu, ini tinggal nambahin aja. Karena kebutuhan perosonilnya perlu ada tambahan. Kan di Satpol PP sudah ada tim cuma kita perlu menambah," lanjutnya.
Helmi menegaskan biaya pemulasaran jenazah Covid-19 ditanggung pemerintah. "Tentunya itu bagi yang memang membutuhkan, tidak semuanya. Pasti pemerintah ya memberikan penanganan bagi keluarga miskin yang betul-betul membutuhkan, kita support itu," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.