SIM Keliling Bantul: Ada di MPP, Satpas dan Kalurahan Wukirsari
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Sejumlah penampilan seniman di YGF ke-25 yang diselenggarakan secara daring, beberapa waktu lalu.-Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah kegiatan di Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Bantul terpaksa ditunda, menyusul pelaksanaan PPKM Darurat, 3 hingga 20 Juli mendatang. Beberapa kegiatan yang terdampak dan ditunda tersebut di antaranya pentas seni daring dan kunjung museum.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Bantul, Nugroho Eko Setyanto mengatakan, dengan diberlakukannya PPKM Darurat, maka pentas seni daring yang biasa digelar sepekan tiga kali, yakni Jumat, Sabtu dan Minggu ditunda pelaksanaannya. Semua kegiatan tersebut akan kembali digelar usai PPKM Darurat selesai.
“Usai tanggal 20 baru kami kembali gelar. Pentas seni daring ini biasanya per hari bisa tiga sampai empat kelompok yang tampil. Namun, karena adanya PPKM Darurat, maka sementara semua kami tunda,” kata Nugroho, Jumat (9/7/2021).
Selain pentas seni daring, Nugroho mengaku ada kegiatan lainnya yang terdampak pada pelaksanaan PPKM Darurat, yakni kegiatan kunjung museum. Pihaknya mencatat ada lima kegiatan kunjung museum terpaksa ditunda dan baru bisa digelar usai 20 Juli. “Begitu juga dengan jelajah situs, kami tunda semua setelah tanggal 20,” jelas Nugroho.
Baca juga: Seorang Warga di Panjatan Meninggal Dunia Saat Menjalani Isoman Covid-19
Menurut Nugroho, penundaan baik kegiatan pentas seni daring dan kunjung museum serta jelajah situs berdasarkan koordinasi dengan beberapa pihak. Selain seniman, pihak museum dan peserta kegiatan juga memaklumi dengan adanya penerapan PPKM Darurat yang bertujuan menekan penyebaran Covid-19.
“Kami sendiri juga melakukan WFH [Work for Home] 100 persen. Ini sesuai dengan Instruksi Bupati Bantul No.17/Instr/2021. Kami tentu berharap semua mampu mematuhi aturan ini,” harapnya.
Seniman Semakin Tercekik
Sementara penerapan PPKM Darurat berimbas besar terhadap seniman panggung di Bantul, karena harus kehilangan mata pencaharian. Sedangkan sampai saat ini belum ada kejelasan bantuan bagi mereka.
“Ya, batal semua. Padahal, selama tanggal 3 sampai 20 itu ada jadwal pentas di lima tempat berbeda,” kata Antok Hermanto, pimpinan Orkes Mawar Rimba.
Karena batal pentas, warga Srigading, Sanden, Bantul ini pun akhirnya memilih berkomunikasi dengan pihak yang telah memesan jasanya. Beruntung, beberapa pemesan meminta agar uang panjar tidak dikembalikan.
“Kami komunikasi dulu. Banyak yang minta enggak dikembalikan. Namun, ada juga yang kami kembalikan. Tergantung, komunikasinya,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san
Marselino Ferdinan sukses jalani operasi lutut di Spanyol usai cedera saat TC Timnas di Bali. Pemain 21 tahun itu harus absen 2 bulan. Ini pesannya untuk Erick
Desa Sejahtera Astra Bugisan memiliki daya pikat tersendiri setelah berhasil mengembangkan potensi budaya dan wisatanya.
Geely Xingyuan menjadi mobil terlaris di China sepanjang Februari-Juli 2026, mengungguli Tesla Model Y dan BYD. Dominasi kendaraan listrik semakin kuat dengan p
Malaysia menjadi negara paling banyak dikunjungi wisatawan di Asia Tenggara pada 2025 dengan 42,2 juta kunjungan. Indonesia berada di posisi kelima dengan 15,4