Satpol PP Bantul Diminta Perkuat Pencegahan Narkoba dan Tawuran
DPRD Bantul mendorong Satpol PP memperkuat pencegahan Trantibum di sekolah, termasuk sosialisasi narkoba, miras, dan tawuran.
Ilustrasi/Antara-Raisan Al Farisi
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja masih melihat tingginya mobilitas masyarakat di masa PPKM Darurat dalam sepekan terakhir. Pemkot akan memantau sejumlah perusahaan guna memastikan apakah aturan dalam PPKM Darurat benar diterapkan atau tidak.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan penyekatan di sejumlah ruas jalan di Kota Jogja baru menurunkan volume kendaraan sebesar 30%. Angka itu masih jauh dari harapan. Pemkot akan memastikan apakah perusahaan di sektor esensial, kritikal, nonesensial maupun nonkritikal mematuhi aturan PPKM Darurat atau tidak.
BACA JUGA: Begini Cara Menaikkan Kadar Oksigen Secara Alami
"Itu yang menjadi fokus kami. Apakah yang nonesensial maupun nonkritikal ini WFH 100 persen," katanya, Senin (12/7/2021).
Heroe menambahkan, jumlah warga yang berkerumun di tempat-tempat yang selama ini dijadikan kawasan nongkrong sejauh ini sudah menurun. Namun, mobilitas masyarakat belum terkendali.
"Mobilitas kami akui masih cukup banyak, di perbatasan kami lihat masih ada masyarakat yang melintas artinya masih ada yang bekerja atau hanya sekedar melintas. Itu yang nanti akan kami tekan," ujarnya.
Dia juga mengakui tren kasus Covid-19 di Kota Jogja masih fluktuatif sepekan terakhir pemberlakuan PPKM Darurat. Per 3 sampai 11 Juli, jumlah kasus harian Covid-19 di Kota Jogja berturut-turut berada di angka, 362, 248, 164, 298, 274, 558, 534, 411, dan 365. Kasus sepekan terakhir disebut dia merupakan imbas dari 10-20 hari yang lalu. "Implikasi PPKM Darurat ini mungkin baru nampak pada 17 nanti," ungkap dia.
Namun demikian, penurunan kasus menurut Heroe juga bergantung pada ketaatan masyarakat terhadap aturan di masa PPKM Darurat. Dia mengajak masyarakat untuk tetap di rumah saja dan tidak keluar selama tidak mendesak.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Agus Winarto, menyebut selama kurang lebih sepekan pemberlakuan PPKM Darurat pihaknya telah melakukan penindakan terhadap 924 tempat. Penindakan itu beragam mulai dari teguran maupun penutupan.
Adapun rinciannya yakni pasar tradisional 10 teguran dan 50 penutupan, mall satu teguran, pertokoan 190 teguran dan enam penutupan, kafe 306 teguran, PKL 294 teguran dan 24 ditutup, area publik 42 teguran, dan sarana olahraga satu teguran.
"Kami minta agar sektor-sektor yang dilarang agar tutup dan yang diperbolehkan untuk buka agar beroperasi sesuai dengan ketentuan. Personel kami akan terus memantau untuk memastikan PPKM Darurat berjalan dengan optimal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong Satpol PP memperkuat pencegahan Trantibum di sekolah, termasuk sosialisasi narkoba, miras, dan tawuran.
Sebanyak 1.999 SPPG ditutup sementara karena belum mendaftarkan SLHS. Pakar UMY mengingatkan pentingnya pengawasan rutin keamanan MBG.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Galeri24 Rp2,584 juta, Antam Rp2,678 juta, dan UBS Rp2,61 juta per gram.
OJK mengatur pembentukan Harga Acuan Indonesia dari transaksi BMKS dengan prinsip wajar, transparan, efisien, dan berintegritas.
Ustaz Abdul Somad mengingatkan mahasiswa UII pentingnya merawat iman, menentukan tujuan hidup, berbakti kepada orang tua, dan memilih pertemanan.
Presiden Prabowo menerima Mushaf Al Quran Gontor dalam perayaan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo.