Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Pengurus Pondok Pesantren Al Hikmah di Kapanewon Karangmojo saat melakukan tatap muka secara online dengan santri baru di pondok tersebut. Senin (12/7/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, KARANGMOJO – Tahun ajaran baru 2021-2022 dimulai Senin (12/7/2021). Sama seperti penyelenggaraan tahun lalu, masa pengenalan lingkungan sekolah terhadap siswa baru dilaksanakan secara online.
Salah satunya terlihat di Pondok Pesantren Al Hikmah di Kapanewon Karangmojo. Pengurus pondok melakukan tatap muka dan berinteraksi secara daring dengan 156 siswa baru.
Pemimpin Pondok Pesantren Al Hikmah, Harun Al Rasyid mengatakan, pengenalan sekolah tidak hanya diikuti oleh santri baru. Namun para wali murid juga ikut hadir dalam pertemuan secara online ini.
BACA JUGA : Tak Ada Tatap Muka, MPLS Hari Pertama Masuk Sekolah
“Berhubung tatap muka dilarang, maka dilakukan secara virtual. Semua siswa baru dari tingkat SD, SMP hingga SMA dan SMK mengikutinya,” kata Harun kepada wartawan, Senin.
Dia menjelaskan, untuk pengenalan lingkungan pondok mengikuti aturan dari pemerintah. Ia tidak menampik, pertemuan tatap muka sangat penting namun dikarenakan adanya larangan maka untuk sementara dilakukan secara online.
“Untuk pembelajaran tatap muka kami sudah siap, tapi belum boleh. Nanti kalau larangannya sudah dicabut maka kami akan menggelarnya,” katanya.
Harun menambahkan, siswa di pondok pesantren tidak hanya mendapatkan pembelajaran tentang mata pelajaran umum. Pasalnya, ada juga materi penguatan pendidikan agama Islam kepada setiap santri yang masuk.
BACA JUGA : Kegiatan MPLS, Siswa SD Moemilta Diajak Mengenal
“Kami juga berikan pendidikan tambahan berupa latihan kewirausahaan hingga ketrampilan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Harapannya selain menguasai ketrampilan secara intelektual, santri juga menguasai ilmu agama sebagai bekal berdakwah,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan, pengenalan lingkungan sekolah akan berlangsung tiga hari mulai Senin hingga Rabu (14/7). Dikarenakan masih dalam masa pandemi, maka program pengenalan dilakukan secara daring.
“Kami sudah menginstruksikan kepada sekolah untuk membuat video tutorial agar diberikan ke siswa sebagai upaya pengenalan,” kata Ali.
Menurut dia, selama pengenalan tidak hanya memberikan pemahaman berkaitan dengan lingkungan sekolah, tata tertib hingga visi misi yang dimiliki. Namun demikian, siswa juga diberikan bekal tentang wawasan kebangsaan dan pengamalanan Pancasila.
“Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar dan proses adapatasi siswa baru dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.