Pengadaan Seragam Dinas Senilai Rp3,7 Miliar di Gunungkidul Dibatalkan
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Wisatawan menikmati pemandangan alam dari atas perbukitan di kawasan Pantai Kesirat, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, TEPUS – Sejumlah pelaku usaha mendesak agar destinasi wisata bisa kembali dibuka. Meski demikian, Dinas Pariwisata Gunungkidul belum bisa menentukan karena kebijakan pembukaan kembali wisata masih menunggu instruksi terkait dengan pemberlakuan PPKM level tiga di Bumi Handayani.
Pemilik Kedai Lobster Pak Sis di kawasan Pantai Timang, Kalurahan Purwodadi, Tepus, Wasiman mengakui penutupan wisata sejak 3 Juli lalu berdampak terhadap sektor usaha yang digeluti. Pasalnya, dengan ditutupnya Pantai Timang, maka kedai yang dimiliki juga ikut tutup. Praktis selueuh karyawan yang dimiliki diliburkan sementara waktu.
BACA JUGA : PPKM Darurat, Seluruh Objek Wisata di Gunungkidul Ditutup
“Ini sudah hampir satu bulan. Mudah-mudahan ada solusi karena punutupan sudah memberikan dampak terhadap perekonomian dalam keluarga. Untuk masih ada tabungan, tapi kalau tutupnya lebih lama tentunya dampaknya akan lebih berat lagi,” kata Wasiman, Minggu (25/7/2021).
Dia pun hanya bisa berharap agar keadaan bisa kembali normal sehingga destinasi wisata di Gunungkidul dapat dibuka lagi. Menurut Wasiman, untuk mendukung upaya pencegahan penularan virus corona sudah mengikuti vaksinasi corona di Puskesmas Tepus beberapa minggu yang lalu.
“Harapannya mudah-mudahan wisata bisa dibuka sehingga sektor usaha kembali berjalan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh pemilik warung makan Pak Ji Konco Dewe di Pantai Kukup, Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Mujiyanto. Dia berharap sektor wisata bisa kembali dibuka dengan ketentuan pengunjung sebanyak 50%.
BACA JUGA : Dampak PPKM Darurat, Pelaku Wisata Sulit Bayar Angsuran
“Kalau terus-terusan tutup, pedagang bisa mati,” keluhnya.
Dia pun berjanji akan mematuhi protokol kesehatan pada saat wisatak bisa kembali dibuka. “Saya berharap pengawasan lebih ketat lagi agar protokol kesehatan benar-benar diterapkan dan bukan sebatas omongan saja,” katanya.
Pengelola Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Sugeng Handoko berharap penanganan pandemi corona bisa segera memberikan dampak signifikan terhadap turunnya kasus sehingga sektor wisata kembali dibuka.
“Mudah-mudahan bia buka perlahan dan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Tiket konser comeback BIGBANG ludes 22 menit. Tur dunia 2026–2027 termasuk Jakarta, menandai 20 tahun debut mereka.
Apple dikabarkan melobi pemerintah AS untuk akses chip CXMT di tengah krisis pasokan memori akibat lonjakan permintaan AI global.
Android 17 dikabarkan membawa fitur foldable gaming mode yang mengubah ponsel lipat menjadi konsol genggam dengan kontrol virtual.
Aljazair vs Austria imbang 1-1 di Grup J Piala Dunia 2026 membuat peluang Iran lolos ke 32 besar semakin terancam.
Argentina unggul 2-0 atas Yordania di babak pertama Piala Dunia 2026 meski tanpa Messi berkat gol Lo Celso dan Lautaro Martinez.