20 Persen SD Negeri di Sleman Kekurangan Murid, Ini Penyebabnya
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, BANTUL- Beragam bantuan sosial dari pemerintah mulai disalurkan kepada masyarakat selama PPKM. Namun tak jarang penyaluran bansos terpaksa ditunda bahkan dibubarkan karena kerumunan warga.
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Bantul, Anwar Nur Fahrudin menyampaikan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) di lapangan, masih ada penyaluran bansos yang berkerumun. "Hari pertama agak kisruh, karena mungkin banyak yang terundang dan undangan juga mendadak, ada kisruh. Ada kerumunan," ungkapnya pada Kamis (28/7/2021).
"Yang berkerumun kita tunda. Jumlah [yang ditunda] pastinya belum dapat semuanya, tapi yang Pundong itu sempat dibubarkan dulu disuruh pulang, tetus dilanjutkan setelah jamnya," tambahnya.
BACA JUGA: Perlu Diketahui! Ini 8 Cara Mengecilkan Perut Buncit
Adanya kerumunan disebutkan Anwar terjadi karena banyak warga yang datang tak sesuai jadwal. "Ada yang bukan jamnya datang tapi malah datang. Misalnya diundang pukul 10.00 WIB tapi pukul 08.00 WIB sudah datang. Kadang kan itu menyebabkan tempatnya penuh, yang seperti itu kita minta pulang dulu," terangnya.
Padahal dalam undangan telah tertera waktu rinci kapan penerima bantuan harus datang. Namun masih banyak warga yang datang tak sesuai jadwal. "Ini [warga kerumun] harus ditegaskan. Tapi pada enggak sabar, mungkin pada takut enggak kebagian atau gimana. Yang diundang pasti dapat sebenarnya, cuma dia belum jadwalnya malah datang," imbuhnya.
"Ada yang hari ini beberapa kita tunda. Karena evaluasi kami di hari satu dan dua ramai. Hari ini kita matangkan koordinasi dengan kecamatan kelurahan supaya nanti pelaksanaan ini semua di-back up, dibantu, sehingga kalau ada potensi kurumunan bisa diantisipasi secepatnya agar tidak terjadi kerumunan apalagi klaster baru," tegasnya.
Sebelumnya Asisten Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Pulung Haryadi menjelaskan bantuan yang bakal digelontorkan pemerintah meliputi Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan beras.
Secara rinci Pulung menjelaskan Kabupaten Bantul memperoleh BST sebanyak 15.358 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nominal Rp300.000 per bulan. Sementara untuk bantuan PKH diberikan kepada 54.170 KPM senilai Rp300.000 per bulan. Kemudian untuk bantuan BPNT dengan nominal Rp200.000 per bulan akan dibagikan kepada 74.757 KPM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Meta meluncurkan Muse Image, AI pembuat gambar dari teks yang bisa pakai foto Instagram publik. Simak fitur dan isu privasinya.
Fasilitas kampung nelayan Rp22 miliar di Poncosari Bantul belum beroperasi karena serah terima aset belum selesai.
KPK menduga eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono meminta fee 10 persen dari proyek. Penyidikan terus dikembangkan.
Argentina dan Swiss melengkapi 8 besar Piala Dunia 2026. Simak jadwal perempat final dan link nonton resmi di sini.
Tol Prambanan–Purwomartani disiapkan untuk mudik Lebaran 2027. Flyover exit Purwomartani akan difungsikan dua arah.