Manfaatkan Jeda Internasional, PSS Sleman Asah Tendangan Bebas
PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan mengasah tendangan bebas untuk memaksimalkan peluang dari situasi bola mati.
Pelaksanaan vaksinasi massal di Grha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Senin (15/2/2021). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul bersama Forkompimda dan seluruh Faskes pelaksana vaksin, akhir pekan ini melakukan rapat koordinasi percepatan vaksinasi. Stok vaksin tambahan yang didrop pekan ini akansegera diinjeksikan kepada berbagai sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo menegaskan Kabupaten Bantul akan melakukan percepatan vaksin dengan stok vaksin yang baru dirop pekan ini. "Rohnya bukan penghentian, tetapi rohnya percepatan. Alhamdulillah kemarin kita dapat vaksin dari provinsi 12.000 dosis," ujarnya pada Jumat (6/8/2021).
BACA JUGA : Stok Vaksin di Gunungkidul Menipis, Tak Ada Agenda Vaksinasi Baru
Diakui Agus, klinik-klinik sempat ada yang mengurangi kapasitas vaksin mereka karena keterbatasan vaksin. "Minggu lalu kita sempat minimal sekali, bahkan ada yang sempat kehabisan. Sehingga klinik tidak melalukan vaksinasi. Alhamdulillah di awal Agustus, di beberapa hari ini ada tambahan vaksin sehingga kita bergelora lagi untuk percepatan," tegasnya.
Saat ini Agus akan menggerakan kembali seluruh faskes mampu vaksin untuk percepatan vaksinasi. "Jadi hari ini kita malah mau bergerak, bukan mau berhenti," ujarnya.
"Ini di sentra vaksinasi dua kita sudah buka, sudah dua hari ini di halaman dinas kesehatan. Hari ini pelaku ekonomi, Peradi, pelayanan masyarakat di bidang ekonomi termasuk POM Bensin. Kemudian ada beberapa komponen masyarakat yang kita undang," katanya.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Setop Pemberian Vaksin Dosis Pertama
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih ditemui seusai rapat menjelaskan percepatan vaksinasi akan dilakukan Pemkab Bantul untuk mempercepat Herd Immunity. "Memang hari ini kendala kita kurang lancarnya pasokan vaksin," ujarnya.
"Dari vaksin yang dikirim kepada Pemda Bantul, 99,6 persen itu sudah digunakan. Artinya tidak ada vaksin yang nganggur di Bantul, aemuanya sudah terinjeksikan," tandasnya.
Ditegaskan Halim, Pemkab Bantul sebenarnya telah mempercepat vaksinasi. Hanya saja pihaknya menyebut bila pengiriman vaksinnya yang tidak lancar. Namun pekan ini Pemkab Bantul disebutkan Halim baru saja memperoleh kiriman vaksin sebanyak 1240 vial dengan masing - masing vialnya setara 10 dosis. Dengan kata lain, Bantul kembali menerima 12.400 dosis vaksin.
"Tapi kan ini sangat kecil dari yang kita butuhkan. Kita ini kak targetnya ada 700.000. Sementara baru 200.000, kan masih 500.000 orang yang belum tervaksin. Intinya nakes Bantul siap untuk mempercepat itu [vaksinasi], tetapi support vaksin dari pemerintah pusat itu kita tunggu-tunggu," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan mengasah tendangan bebas untuk memaksimalkan peluang dari situasi bola mati.
Veda Ega finis P8 di Practice Moto3 Jepang 2026 setelah sempat P15 pada menit akhir dan memastikan tiket langsung ke Q2.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan ekosistem industri halal di wilayahnya guna menggait investor dari berbagai daerah.
Jim Carrey resmi menikah dengan Min Ah dalam upacara privat di Los Angeles. Ini menjadi pernikahan ketiga aktor berusia 64 tahun tersebut.
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Lima motor cruiser di bawah Rp100 juta di Indonesia, mulai Benelli, QJMotor, CFMOTO, Morbidelli hingga Benda.