UGM Beri Voucer Makan Gratis untuk 47 Mahasiswa Korban Gempa NTT
UGM memberikan voucer makan gratis untuk 47 mahasiswa terdampak gempa NTT yang bisa diambil dua kali sehari selama masa darurat.
Warga RT 3 Padukuhan Sambikerep, Bangunjiwo, Kasihan menunjukan kondisi jalan yang rusak, Rabu (26/5/2021). Nantinya jalan rusak tersebut akan diperbaiki melalui program padat karya Disnakertrans Bantul./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 5.000 tenaga kerja dipastikan mampu terserap dalam program padat karya di 163 titik se Bantul.
Adapun dari 163 titik program padat karya, 60 diantaranya merupakan program dari Pemda DIY yang merupakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2021, sedangkan sisanya merupakan program padat karya yang bersumber APBD Bantul.
BACA JUGA : Distribusi Material Sudah 90 Persen, Padat Karya di Bantul
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, ada beberapa manfaat dari pelaksaan padat karya. Selain tersedianya infrastruktur pedesaan, sekaligus memberikan kesempatan kerja bagi warga Bantul, karena mereka nantinya mendapatkan upah saat mengerjakan program pada karya. Adapun untuk pengerjaan dalam waktu 18 hari ini meliputi corblok jalan, talud dan drainase.
"Jadi nantinya tidak hanya dapat manfaat infrastruktur tapi juga mendongkrak ekonomi, karena yang kerja mendapatkan upah," kata Halim, usai meninjau program pada karya corblok di Padukuhan Kauman, Kalurahan Wijirejo, Pandak, Bantul, Sabtu (7/8/2021).
Menurut Halim, selain program padat karya dari BKK Pemda DIY, Pemkab Bantul meluncurkan program padat karya di 103 titik dan lebih banyak menyerap tenaga kerja. Sehingga, diharapkan tidak ada ketimpangan antara satu desa dengan desa lainnya.
"Jadi akan ada pemerataan pembangunan," terang Halim.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Bantul, Aris Surharyanta mengungkapkan, program padat karya yang bersumber dari BKK Pemda DIY setiap titik menelan dana Rp160 juta dan menyerap 52 orang. Sedangkan yang bersumber dari APBD Bantul pertitik senilai Rp100 juta dan menyerap 26 orang.
BACA JUGA : Belum Pernah Dibangun, Jalan Kampung Ngajaran Bantul
"Untuk yang dari APBD pengerjaan selama 21 hari dan mulai dilakukan pekan depan. Sedangkan untuk yang dari BKK Pemda DIY dikerjakan selama 18 hari," jelasnya.
Sementara, untuk material yang digunakan, Aris menyatakan sudah dikirim ke setiap titik. Diharapkan, akhir Agustus mendatang program ini selesai.
"Untuk yang bersumber dari APBD lebih banyak berupa corok jalan," kata Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM memberikan voucer makan gratis untuk 47 mahasiswa terdampak gempa NTT yang bisa diambil dua kali sehari selama masa darurat.
Jadwal SIM Keliling Polresta Yogyakarta 11 September 2026 di Alkid, MPP, & Satpas, lengkap dengan rincian biaya perpanjangan dan SIM baru.
Jadwal SIM Keliling Polres Gunungkidul 11 September 2026 di Terminal Dhaksinarga & Satpas, lengkap dengan rincian biaya perpanjangan dan SIM baru.
Jadwal SIM Keliling Polres Bantul 11 September 2026 di Satpas Polres Bantul lengkap dengan rincian biaya pembuatan SIM baru dan perpanjangan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal KA Bandara YIA September 2026 rute Tugu Jogja–YIA PP lengkap dengan tarif tiket reguler, Xpress, dan panduan cara pembelian online