Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Kepala BNN Sleman AKBP Siti Alfiah saat merilis dua kurir narkoba di Kantor BNN Kabupaten Sleman, Senin (9/8/2021)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Dua orang kurir sabu-sabu berinisial TG, warga Godean, Sleman dan TF, warga Sewon, Bantul diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) Sleman. Keduanya ditangkap berkat pengembangan kasus sebelumnya yang ditangani BNN DIY.
Kepala BNN Sleman AKBP Siti Alfiah mengatakan kedua tersangka selama ini diduga menjadi kurir dalam peredaran gelap narkotika di wilayah Sleman. Dua tersangka yang diamankan di lokasi berbeda, TG kebetulan residivis yang sehari-hari menjadi tukang parkir sementara TF sehari-hari menjadi tukang tato.
Siti menjelaskan kronologi penangkapan tersangka bermula saat petugas mendapatkan informasi hasil pengungkapan perkara sebelumnya. Petugas kemudian melakukan penyeilidikan selama beberapa hari. Senin (2/8/2021) sekitar pukul 16.30 WIB, petugas menangkap tersangka TG di daerah Godean.
BACA JUGA: Kasus Harian Covid di Jawa Tengah Masih Tertinggi Nasional
"Penangkapan ini merupakan pengembangan kasus yang sebelumnya ditangani BNN DIY. TG yang pertama kami tangkap di Godean. Hasil pemeriksaan mengarah kepada tersangkan lainnya," kata di Sleman, Senin (9/8).
Hasil interogasi terhadap TG, petugas mendapat informasi sehari sebelumnya TG telah menyerahkan paket narkotika kepada seseorang inisial TF. Petugas kemudian menyuruh tersangka TG untuk mengantar ke rumah TF didaerah Sewon, Bantul. "Kami pun meminta TG untuk menunjukkan rumah TF, saat itu juga dilakukan penangkapan," katanya.
Dari tangan TG, BNN menyita barang bukti berupa dua paket narkoba yang diduga jenis sabu-sabu dengan berat bruto 0,29 gram, satu telepon genggam, perangkat alat isap (bong) dan beberapa barang bukti lainnya. Adapun dari tangan TF, lanjut dia, awalnya disita barang bukti berupa tiga paket diduga narkoba dengan berat masing-masing 0.24 gram dan beberapa barang bukti lainnya.
"Setelah dilakukan pemeriksaan lanjut, kami kembali ke rumah TF pada 3 Agustus kemudian menyita 10,76 gram dan 4,09 gram, dan uang tunai Rp1,5 juta hasil penjualan narkoba," katanya.
BNN menjerat TG dan TF pasal 114 Ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 1 dan/atau Pasal 112 Ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 1 UU No.35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.
Sementara TF mengaku, ia menjual sabu-sabu sudah lama. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, ia menjual sabu-sabu itu secara langsung kepada orang-orang yang membutuhkannya. "Ya bukan karena kepepet dan masalah ekonomi. Saya menjual saja. Sehari-hari saya bekerja membuat tatto," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Dugaan jual beli seragam di SMPN 1 Jetis di Bantul diadukan ke ORI DIY. Dikpora Bantul menyebut sekolah tidak terlibat dalam pengadaan seragam.
Kabinet Merah Putih memaparkan 12 capaian strategis hingga Juli 2026, mulai dari ketahanan pangan, energi, BUMN, hingga pasar karbon.
KPK mengangkut dua mobil sitaan dari Pendopo Bupati Lombok Barat dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap proyek senilai Rp12,4 miliar.
PSIM Jogja merekrut Adrian Dalmau, eks pemain akademi Real Madrid yang diproyeksikan mempertajam lini depan pada musim 2026/2027.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.