MBG Aktif Lagi, Harga Ayam di Gunungkidul Naik Rp5.000 per Kg
Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan di Gunungkidul. Dampaknya, harga ayam naik menjadi Rp35.000 per kilogram, diikuti kenaikan telur dan cabai rawit.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY Marjono memastikan tidak ada kerusakan yang diakibatkan gelombang setinggi lima meter yang menerjang kawasan pesisir, Kamis (12/8). Setelah memasuki puncak, diprediksi ketinggian gelombang akan menurun.
“Hari ini [kemarin] merupakan puncak gelombang tinggi. Tapi, tidak ada kerusakan. Dalam rentang waktu seminggu ke depan, ketinggian gelombang akan berangsur-angsur normal,” kata Marjono saat dihubungi, Kamis.
BACA JUGA : Gelombang Tinggi Bikin Kawasan Pantai Glagah Porak Poranda
Dampak dari terjangan gelombang tinggi dapat ditekan karena adanya upaya antisipasi. Salah satunya, menginformasikan kepada nelayan agar memindahkan perahu-perau ke tempat yang lebih tinggi. Hal ini terlihat adanya kegiatan nelayan di Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari yang memindahkan perahu-perahu ke kawasan taman di sekitaran pantai yang lokasinya lebih tinggi.
“Kami bersyukur tidak ada dampak dari fenomena gelombang tinggi,” katanya.
Menurut dia, terjangan gelombang tinggi merupakan yang kedua kali dalam rentang waktu kurang dari satu bulan. Pihaknya pun terus melalukan pemantauan berkaitan dengan perkembangan terkini di wilayah laut sebagai upaya antisipasi dari hal-hal yang tak diinginkan. “Kita terus pantau dan hasilnya kami informasikan ke nelayan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY, Sunu Handoko. Menurut dia, ada sebuah tanggul di dekat pantai yang diterjang ombang, namun tidak sampai menimbulkan kerusakan. “Semua aman terkendali,” katanya.
BACA JUGA : BMKG Prediksi Gelombang Ekstrem Hantam Pesisir Selatan Jawa
Sunu mengungkapkan selama kenaikan gelombang yang terjadi Rabu hingga Kamis, tim SAR Satlinmas terus melakukan pemantauan terhadap kondisi gelombang laut. Pemantauan dilakukan di Pantai Wediombo, Pantai Jungwok, Pantai Siung, hingga Pantai Sadeng.
“Meski tidak ada kerusakan, para nelayan terpaksa harus berhenti sementara untuk menangkap ikan,” katanya.
Dia berharap kondisi dapat segera normal dan para nelayan dapat beraktivitas seperti sedia kala menangkap ikan di laut. “Untuk wisata masih tutup sehingga tidak ada pengunjung yang datang. Tapi, kami tetap berjaga-jaga guna mengawasi adanya wisatawan yang nekat berkunjung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan di Gunungkidul. Dampaknya, harga ayam naik menjadi Rp35.000 per kilogram, diikuti kenaikan telur dan cabai rawit.
BRIN membuka Program Pemagangan Nasional 2026 bagi lulusan D4 dan S1. Tersedia hingga 375 formasi dengan uang saku UMK, mentor profesional, dan sertifikasi BNSP
AI Claude prediksi Spanyol juara Piala Dunia 2026 setelah 50.000 simulasi. Argentina menjadi lawan final terkuat. Simak hasil analisis dan data di balik prediks
KPK menyatakan laporan gratifikasi amplop uang yang dilaporkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni selesai diproses di ranah pencegahan.
Pilur Serentak Gunungkidul 2026 memasuki tahap pendataan pemilih di 31 kalurahan. DPS dijadwalkan ditetapkan 31 Juli, sedangkan DPT pada 24 Agustus 2026.
Program Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 TVRI dan TNI AD menjangkau 1,13 juta penonton di 25.912 titik serta mendorong ekonomi daerah.