Kunjungan Wisata Moncer, DPRD Gunungkidul Bidik PAD Rp60 Miliar
PAD wisata Gunungkidul sudah lebih dari Rp50 miliar. DPRD mendorong target retribusi wisata 2026 dinaikkan menjadi Rp60 miliar.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY Marjono memastikan tidak ada kerusakan yang diakibatkan gelombang setinggi lima meter yang menerjang kawasan pesisir, Kamis (12/8). Setelah memasuki puncak, diprediksi ketinggian gelombang akan menurun.
“Hari ini [kemarin] merupakan puncak gelombang tinggi. Tapi, tidak ada kerusakan. Dalam rentang waktu seminggu ke depan, ketinggian gelombang akan berangsur-angsur normal,” kata Marjono saat dihubungi, Kamis.
BACA JUGA : Gelombang Tinggi Bikin Kawasan Pantai Glagah Porak Poranda
Dampak dari terjangan gelombang tinggi dapat ditekan karena adanya upaya antisipasi. Salah satunya, menginformasikan kepada nelayan agar memindahkan perahu-perau ke tempat yang lebih tinggi. Hal ini terlihat adanya kegiatan nelayan di Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari yang memindahkan perahu-perahu ke kawasan taman di sekitaran pantai yang lokasinya lebih tinggi.
“Kami bersyukur tidak ada dampak dari fenomena gelombang tinggi,” katanya.
Menurut dia, terjangan gelombang tinggi merupakan yang kedua kali dalam rentang waktu kurang dari satu bulan. Pihaknya pun terus melalukan pemantauan berkaitan dengan perkembangan terkini di wilayah laut sebagai upaya antisipasi dari hal-hal yang tak diinginkan. “Kita terus pantau dan hasilnya kami informasikan ke nelayan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY, Sunu Handoko. Menurut dia, ada sebuah tanggul di dekat pantai yang diterjang ombang, namun tidak sampai menimbulkan kerusakan. “Semua aman terkendali,” katanya.
BACA JUGA : BMKG Prediksi Gelombang Ekstrem Hantam Pesisir Selatan Jawa
Sunu mengungkapkan selama kenaikan gelombang yang terjadi Rabu hingga Kamis, tim SAR Satlinmas terus melakukan pemantauan terhadap kondisi gelombang laut. Pemantauan dilakukan di Pantai Wediombo, Pantai Jungwok, Pantai Siung, hingga Pantai Sadeng.
“Meski tidak ada kerusakan, para nelayan terpaksa harus berhenti sementara untuk menangkap ikan,” katanya.
Dia berharap kondisi dapat segera normal dan para nelayan dapat beraktivitas seperti sedia kala menangkap ikan di laut. “Untuk wisata masih tutup sehingga tidak ada pengunjung yang datang. Tapi, kami tetap berjaga-jaga guna mengawasi adanya wisatawan yang nekat berkunjung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul sudah lebih dari Rp50 miliar. DPRD mendorong target retribusi wisata 2026 dinaikkan menjadi Rp60 miliar.
Desa Wisata Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, menjadi lokasi workshop literasi keuangan yang mempertemukan anak-anak muda dengan pengelola desa wisata
Video CCTV kecelakaan maut Bekonang Sukoharjo memperlihatkan bus menabrak dua motor hingga dua korban satu keluarga meninggal dunia.
BPH Migas mengungkap kenaikan harga BBM nonsubsidi ikut mendorong permintaan Pertalite hingga 11 persen secara nasional.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi membuka Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di Lapangan Beran, Sleman, Minggu (13/9/2026)
JK meminta PMI memperkuat pencegahan bencana. PMI DIY juga didorong meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebencanaan.