Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, SLEMAN--Memasuki fase ekstrusi, aktivitas guguran dan awan panas Gunung Merapi teramati cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin (16/8/2021), awan panas tercatat mencapai sejauh 3,5 km, terpanjang kedua setelah kemunculan rangkaian awan panas pada 27 Januari lalu.
Kepala Balai penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan pada Selasa (17/8/2021), awan panas pertama teramati pada pukul 05.15 WIB. “Tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm, durasi 100 detik dan jarak luncur 1,3 km ke arah barat daya tepatnya Sungai Bebeng,” ujarnya.
Awan panas kedua pada hari itu cukup besar, terjadi pada pukul 07.01 dan 07.43 WIB, tercatat di seismogram dengan amplitudo 48 mm, dengan durasi 127 dan 124 detik. Awan panas kedua ini memiliki jarak luncur 2 km dengan arah yang sama ke sungai Bebeng.
Total pada Selasa (17/8/2021) hingga pukul 12.00 WIB terjadi sebanyak lima awan panas. Sementara pada hari sebelumnya, Senin (16/8/2021), selama 24 jam juga terjadi lima awan panas, dengan jarak luncur maksimal 3,5 km ke arah yang sama. Jarak luncur awan panas sejauh ini terakhir terjadi pada 27 januari lalu, saat terjadi rangkaian awan panas terbanyak selama periode erupsi kali ini.
Selain awan panas, pada Selasa (17/8/2021) pada periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB juga terjadi guguran lava sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimal 1,2 km ke arah barat daya. Sedangkan pada Senin (16/8) terjadi 13 guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1,5 km.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Kali Putih.
Lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih Siaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
DJP mencatat piutang pajak tak tertagih Rp47,4 triliun pada 2025. Sebanyak Rp35 triliun berstatus macet dan mayoritas berusia di atas lima tahun.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.