Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Setiap kalurahan akan mendapatkan bantuan keuangan khusus dari Pemerintah DIY sebesar Rp50-75 juta untuk program Jaga Warga dalam rangka penanggulangan Covid-19. Meski demikian, hingga Jumat (20/8/2021), baru 43 kalurahan di Gunungkidul yang mencairkan bantuan yang bersumber dari Dana Kesitimewaan ini.
Kepala Bidang Ideologi dan Ketahanan Nasional, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul, Irma Madyastuti Rahayu mengatakan, 144 kalurahan di Gunungkidul sudah mengajukan BKK Dana Keistimewaan untuk program Jaga Warga. Meski demikian, belum seluruhnya mencairkan karena baru ada 43 kalurahan yang mendapatkan dana ini. “Yang lainnya menunggu giliran karena semua sudah mengajukan untuk program ini,” katanya, Jumat.
Irma menjelaskan, besaran alokasi BKK bervariasi. Bagi kalurahan yang sudah memiliki program Jaga Warga akan mendapatkan bantuan sebesar Rp75 juta. Sedangkan, kalurahan yang belum memiliki mendapatkan alokasi Rp50 juta.
BKK ini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan mulai dari pengadaan sumplemen dan multivitamin, alat pelindung diri. Selain itu, ada juga dukungan untuk relawan dalam pemulasaraan jenazah yang dimakamkan dengan standarisasi Covid-19. “BKK akan dimasukan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kalurahan. Untuk pelaksanaan disesuaikan dengan kegiatan yang dimiliki,” katanya.
Baca juga: Meski Berkurang, Kasus Aktif Covid-19 di Sleman Masih di Atas 6.000 Orang
Terpisah, Lurah Bendung, Kapanewon Semin, Didik Rubiyanto mengatakan, pihaknya sudah mengajukan BKK Dana Keistimewaan untuk program Jaga Warga dalam rangka penanggulangan virus corona. Adapun dana yang akan diterima sebesar Rp50 juta.
Meski demikian, hingga Jumat siang, Didik mengakui anggaran tersebut belum bisa dicairkan. “Masih menunggu proses transfer. Yang jelas, kami sudah mengurusnya,” katanya.
Menurut dia, keberadaan dana BKK akan digunakan sesuai dengan peruntukan yang direncanakan oleh Pemerintah DIY. Dana ini akan digunakan untuk beberapa kegiatan seperti pembelian alat pelindung diri bagi relawan Covid-19, pembelian multi vitamin dan suplemen hingga penyaluran bantuan sembako ke masyarakat yang terkena dampak dari virus corona.
“Kami tunggu. Nanti setelah cair langsung kami realisasikan ke program yang telah disusun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.