Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi/dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul memastikan adanya pengurangan kuota peserta transmigrasi. Pengurangan terjadi karena terkena dampak dari refocusing anggaran di tingkat kementerian.
Kepala Bidang Transmigrasi Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, di tahun ini hanya mendapatkan jatah pemberangkatan keluarga transmigrasi sebanyak lima kepala keluarga (KK). Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan rencana awal, yakni sebanyak sepuluh keluarga yang akan diberangkatkan di 2021.
Menurut dia, pengurangan sesuai dengan kebijakan dari kementerian karena adanya refocusing anggaran. Akibatnya, kuota transmigrasi mengalami pengurangan dari awalnya 965 KK di seluruh Indonesia disesuaikan menjadi 354 KK.
Hal ini pun berdampak terhadap kuota transmigrasi di Pemerintah DIY yang berkurang dari 70 KK menjadi hanya 15 KK di tahun ini. “Setelah dirinci, kami [Gunungkidul] hanya mendapatkan jatah lima keluarga yang akan diberangkatkan,” katanya kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).
Baca juga: Sekolah Makin Adaptif dengan Pembelajaran Jarak Jauh
Rencananya pemberangkatan keluarga transmigran dilaksanakan November hingga Desember mendatang. Adapun lokasi transmigrasi berada di satu lokasi, yakni di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat.
“Sekarang masih tahap persiapan untuk pemantaban bagi keluarga yang akan berangkat. Hal ini dilakukan sebagai upaya kepastian dalam pemberangkatan. Oleh karenanya, kami mendatangi langsung ke rumah calon transmigran,” ungkapnya.
Ditambahkan dia, minat masyarakat Gunungkidul untuk ikut program transmigrasi lumayan tinggi. Hal ini terlihat dari pendaftar yang jumlahnya lebih banyak ketimbang kuota yang tersedia. “Tahun lalu ada 48 keluarga yang mendaftar, sedangkan kuotanya hanya 15 keluarga. Meski sudah siap, tapi tidak jadi diberangkatkan karena adanya refocusing anggaran untuk corona,” ujarnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Disnakertrans Gunungkidul, Purnamajaya. Menurut dia, tahun lalu keluarga transmigran tidak jadi berangkat dikarenakan adanya refocusing anggaran untuk penanganan corona. “Dibatalkan sehingga tidak jadi berangkat,” katanya.
Purnama mengungkapkan, persiapan pemberangkatan terus dilakukan agar program ini dapat berjalan dengan lancar. “Mudah-mudahan tidak ada masalah dan keluarga yang terpilih bisa berangkat dan sampai tujuan dengan selamat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.