Pagar SDN Minomartani 2 Roboh Timpa Peserta Jalan Santai, 10 Luka
Pagar SDN Minomartani 2 di Ngaglik, Sleman, roboh saat jalan santai. Sebanyak 10 warga tertimpa dan dilarikan ke tiga rumah sakit.
Sejumlah nelayan membongkar ikan dari kapal yang merapat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Kecamatan Girisubo, belum lama ini./Istimewa-Dokumen DKP DIY
Harianjogja.com, KRETEK - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Bantul menyambut baik rencana pemisahan kembali dibentuknya Dinas Kelautan dan Perikanan. Pemisahan Dinas Kelautan dan Perikanan dengan Dinas Pertanian Pangan.
Ketua DPC HNSI Bantul, Suyanto secara tegas menyambut baik adanya rencana dibentuknya kembali Dinas Kelautan dan Perikanan. "Itu memang permintaan kita. Permintaan HNSI dari kemarin," ujarnya pada Minggu (29/8).
BACA JUGA : Nelayan Bantul Tak Berani Melaut karena Cuaca Ekstrem
Pada Maret lalu, HNSI bersama perwakilan nelayan melakukan temu audiensi dengan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih di kawasan Pantai Depok. Waktu itu, para nelayan menyampaikan usulan Dinas Kelautan dan Perikanan dapat berdiri sendiri.
"Adanya [rencana pembentukan kembali] seperti itu, HNSI mengundang pak Bupati silaturahmi. Terus kita punya permintaan, itu memang permintaan kita," tandasnya.
Adanya rencana pembentukan kembali Dinas Kelautan dan Perikanan didukung sepenuhnya oleh HNSI. "Terima kasih, memang ini yang diharapkan. Kami mendukung sepenuhnya, itu memang harapannya HNSI dan nelayan Bantul seperti itu. Kalau itu terwujud ya memang itu yang kita harapkan," tandasnya.
Saat audiensi Maret lalu, Suyanto menyampaikan bila Dinas Kelautan dan Perikanan merger dengan Dinas Pertanian dan Pangan secara persentase bimbingan didapatkan para nelayan kurang. "Sebenarnya ada [bimbingan] tapi secara persentase kita kurang. Karena semuanya harus dari bawah, dari bottom up, kita ngajukan baru nanti ada. Lain halnya dengan kalau ada dinas sendiri, ada dua arah di situ, kita ngajukan juga bisa kemudian program-program yang memang diprogramkan pemerintah itu ada," tegasnya.
BACA JUGA : Gelombang Tinggi, Nelayan Gunungkidul Berhenti Melaut
Beberapa pekan lalu Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan penerapan SOTK baru akan dilakukan paling cepat 26 Agustus 2021. Pada SOTK terbaru diwacanakan ada penggabungan dan pemisahan sejumlah dinas di lingkungan Pemkab Bantul.
Salah satu dinas yang rencananya dipisah adalah Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan. Di mana Dinas Pertanian, Peternakan dan Pangan akan berdiri sendiri. Begitu juga dengan bagian Kelautan dan Perikanan akan menjadi dinas baru yakni Dinas Kelautan dan Perikanan. "Karena kami punya potensi laut tapi enggak ada dinas. Untuk itu kami bentuk dinas baru," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pagar SDN Minomartani 2 di Ngaglik, Sleman, roboh saat jalan santai. Sebanyak 10 warga tertimpa dan dilarikan ke tiga rumah sakit.
Prabowo menyebut porsi hasil pengemudi ojol naik dari 80% menjadi 92%. Sejumlah pengemudi dilaporkan penghasilannya naik hingga 3 kali lipat.
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
RPPLH DIY 2026-2056 disiapkan sebagai pedoman lingkungan 30 tahun. DPRD DIY meminta pembangunan ekonomi tak mengorbankan lingkungan.
Prabowo menargetkan swasembada daging sapi dan kerbau dalam 5 tahun. Danantara menggandeng JBS dengan investasi awal US$2,5 miliar.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.