Muktamar Ke-35 NU Tentukan Mekanisme Pilih Ketum PBNU Lewat Voting
Muktamar Ke-35 NU akan menentukan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU lewat voting tertutup setelah dua opsi belum menemui kesepakatan.
Yenny Wahid (tengah) bersama sejumlah perangkat dari perwakilan desa damai, Rabu (1/9/2021)./Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, SLEMAN--Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid menyatakan saat ini dari pedesaan justru bermunculan kreativitas dan inovasi masyarakatnya. Oleh karena masyarakat desa diminta untuk terus aktif di tengah kemajuan teknologi.
Yenny menilai saat ini tidak ada lagi batasan antara kota dengan desa karena adanya perkembangan teknologi. Masyarakat yang tinggal di desa bisa mengetahui peristiwa yang terjadi di New York dan sebaliknya karena adanya media sosial dan jaringan internet. Saat ini banyak inovasi dan kreativitas yang justru muncul dari desa.
“Artinya masyarakat desa punya hak dan kesempatan yang sama untuk membangun masyarakat. Kalau kita cermati justru dari desa timbul banyak kekuatan, banyak kreativitas, banyak inovasi, bukan cuma di kota,” kata Yenny dalam sambutan penyerahan bantuan ambulans di Peace Villlage, Rabu (1/9/2021).
Yenny mengatakan di desa semakin banyaknya inovasi memang menjadi hal yang wajar, alasannya karena seseorang melakukan inovasi butuh situasi santai dan tidak stres. Kondisi tersebut biasanya mudah didapatkan di desa dibandingkan perkotaan. Putri Presiden RI ke-4 ini merasakannya sendiri saat tinggal di sebuah desa di Sleman, Yogyakarta. Ia berharap dari desa bisa terus timbul berbagai macam inovasi ajakan kepada masyarakat untuk membangun komunitas hingga negara.
“Karena yang namanya inovasi itu seseorang butuh agak lebih santai [seperti di desa], enggak stres, orang yang stres kreativitasnya pasti hilang, kalau di kota kan apa-apa harus cepat. Saya ke Jogja kerasan sekali karena di sini, kreatif jadinya, di desa ini saya enggak perlu ke mal, enggak perlu keluar uang banyak, enggak beli apa-apa, gaya hidup jadi lebih murah,” ucapnya.
Baca juga: Jadi Satu-satunya Zona Merah Corona di Jawa, Pemkab Kulonprogo Minta Klarifikasi Pusat
Guna mewujudkan kreativitas dan inovasi di desa, ia memiliki sejumlah program pendampingan desa damai di sejumlah wilayah di Indonesia. Desa diberikan penguatan kesejahteraan berupa kegiatan ekonomi, masyarakat diberikan fasilitas untuk dapat berkegiatan ekonomi hingga dilatih merencanakan keuangan keluarga. Selain itu dengan menciptakan masyarakat guyub rukun, toleran dalam menghargai perbedaan agar bisa tercipta persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.
“Untuk meningkatkan ketahanan di tingkat akar rumput masyarakat desa di tengah pandemi kami Wahid Foundation sejumlah menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan desa, terutama kaitan untuk menangani Covid-19 seperti APD dan perlengkapan lain. Hari ini kami menyalurkan untuk desa di Malang, salah satunya Candirenggo ini kami berikan ambulans karena memang sangat dibutuhkan di sana,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muktamar Ke-35 NU akan menentukan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU lewat voting tertutup setelah dua opsi belum menemui kesepakatan.
Vonis Ibrahim Arief dalam kasus korupsi Chromebook diperberat menjadi 5 tahun penjara. Ia juga dijatuhi uang pengganti Rp5 miliar.
PT Pegadaian (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan Program Merdeka Stunting 2026
Sebanyak 785 lansia di Kulonprogo terindikasi judol dari 3.336 penerima bansos. Dinsos membuka mekanisme sanggahan dan pemutakhiran data.
Kejagung menyita Rp401 miliar dari PT CNI terkait dugaan korupsi tata kelola nikel 2017–2020. Uang dititipkan di RPL Bank Mandiri.
Regol Ayom di sirip Malioboro menyulitkan pengguna kursi roda. Pemda DIY akan mengevaluasi desain portal agar akses difabel tetap tersedia.