Tembok Roboh Saat Bongkar Rumah di Godean, 1 Buruh Tewas
Tembok setinggi 3 meter ambruk saat pembongkaran rumah di Godean, Sleman. Satu buruh bangunan tewas dan satu pekerja mengalami luka.
Foto ilustrasi: Wisatawan bermain dan berenang di Pantai Parangtritis, Bantul. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL - Wacana memperketat penyekatan di pintu masuk obyek wisata kembali mencuat. Hal ini disinyalir karena ditemukannya mobilitas wisatawan di objek wisata.
Terkait adanya rencana tersebut Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menyampaikan Satpol PP akan tetap memberlakukan penegakan sesuai level PPKM di DIY tanpa terkecuali Bantul. Yulius pada Rabu (1/9) menegaskan berkaitan dengan status PPKM Level 4 maka sektor pariwisata masih ditutup sementara.
BACA JUGA : Pengelola Tebing Breksi Berharap Wisata Segera Dibuka
"Cuma keterkaitan dengan mobilitas orang mengunjungi tempat-tempat wisata ini menjadi satu waktu yang sulit ditahan karena faktor kejenuhan situasi pandemi selama ini. Sehingga kita harapkan warga masyarakat juga bisa memahami atas kondisi yang secara normalnya itu bekum dibuka ya jangan memaksakan diri berkunjung ke tempat-tempat wisata," tegasnya.
Ditambahkan Yulius, kunjungan wisatawan yang menyebabkan kerumunan khususnya di akhir pekan pasti akan diantisipasi oleh tim penegakan hukum Satpol PP. "Kalau memang ada laporan, ini menjadi salah satu prioritas kami di tim penegakan hukum bersama Polres, Kodim, Dishub, dan Kejaksaan Negeri untuk di hari Sabtu dan Minggu memang kita lebih memprioritaskan pengawasan di tempat-tempat wisata," tandasnya.
Yulius menambahkan, bagaimana pun situasinya selama lokasi tersebut masih dinyatakan sebagai tempat umum yang sementara masih ditutup, maka Satpol PP akan mengikuti aturan yang ada. "Supaya kondisi penuruan yang sudah signifikan ini jangan sampai nanti justru karena rasa kejenuhan, sehingga mengabaikan prokes," ujarnya.
BACA JUGA : Jalur Wisata di DIY Kembali Diperketat, Ini Penyebabnya
"Kita pada posisi selaku petugas, mencoba mengendalikan itu. Supaya jangan sampai malah justru muncul kasus baru yang kemudian angkanya menjadi naik lagi. Tentu ini akan menjadi satu hal yang tidak kita inginkan, karena sebenarnya selain penyelamatan sisi kemanusiaan kita menginginkan juga roda perputaran ini segera pulih," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan pihaknya hanya mengikuti ketentuan dan arahan yang berlaku. "Penyekatankan, kalau terkait dengan penegakan aturan kan ada di Satpol PP. Sehingga kalau [dinas] pariwisata hanya menyampaikan sesuai aturan tidak ada obyek wisata yang dibuka," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tembok setinggi 3 meter ambruk saat pembongkaran rumah di Godean, Sleman. Satu buruh bangunan tewas dan satu pekerja mengalami luka.
Cara membedakan oli asli dan palsu perlu diketahui pemilik kendaraan. Kenali ciri kemasan, warna, hingga dampak fatal oli palsu terhadap mesin mobil dan motor.
Jadwal Japan Open 2026 perempat final: Alwi Farhan vs Naraoka, Putri KW vs Wang Zhiyi, Fajar/Fikri vs Lane/Vendy. Simak tantangan 4 wakil Indonesia.
Apple Intelligence resmi dapat izin di China, tapi beda dengan versi global. Baidu dan Alibaba jadi otak AI iPhone. Kapan rilis? Simak selengkapnya.
Bupati Gunungkidul mengusulkan relokasi SMK Kelautan Tanjungsari karena sering terdampak banjir. Baleharjo dan Paliyan menjadi dua lokasi yang dipertimbangkan.
Louis Vuitton rancang koper mewah untuk trofi Piala Dunia 2026. Simbol kemenangan dan kemewahan ini akan diarak di final. Simak selengkapnya.