Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti saat diwawancarai wartawan.-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengaku tidak bisa melarang warga yang ingin berwisata ke daerahnya di masa penerapan PPKM ini. Hal ini sebagai konsekuensi karena predikat Kota wisata yang lekat dengan daerah itu. Hanya saja, ia meminta kepada petugas bidang penindakan untuk lebih proaktif mengawasi protokol kesehatan.
"PPKM masih tetap berlaku, semua orang masih tahu kalau Jawa-Bali masih ada PPKM level 4, tapi di satu sisi kehadiran wisatawan itu adalah keniscayaan yang tidak bisa kita tolak, kita tidak mengundang mereka tapi kan datang sendiri, tentu saya minta ke seluruh teman-teman dan Satgas Covid-19 bidang penegakan untuk terus berpatroli," kata Haryadi, Selasa (7/9/2021).
BACA JUGA : Pemkot Jogja Usulkan Museum untuk Uji Coba Destinasi Wisata
Dia menyebut, aturan yang diberlakukan secara nasional dan juga di wilayah Kota Jogja mengharuskan warga luar daerah untuk menerapkan protokol kesehatan dan membawa surat bebas Covid-19 serta kartu vaksin jika ingin bepergian. Untuk itu, ia meminta pengendalian di lapangan bisa lebih optimal.
"Sosialisasi soal mewajibkan penggunaan masker dan identitas vaksin itu yang nanti akan kita gencarkan. Tapi pengendalian juga tetap dilakukan kepada wisatawan, jangan sampai berkerumun, semisal seperti di Malioboro kemarin kan begitu pas akhir pekan. Harus lebih proaktif lah di bidang satgas penegakan dan pengawasan," katanya.
Dengan turunnya level PPKM di Kota Jogja menjadi level 3, Haryadi mengakui bahwa hal ini juga akan menimbulkan konsekuensi berupa kunjungan wisatawan atau hal lainnya. Untuk itu, ia meminta agar pengecekan kartu vaksin bisa lebih gencar dan mengarahkan warga untuk vaksin ke berbagai sentra yang telah disediakan.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Bubarkan Bus Pariwisata di Akhir Pekan
"Ya mesti diakui kalau orang akan berkunjung ke Jogja, tapi itu kan konsekuensi dari Jogja sebagai kota wisata, jadi jangan kenal lelah, jangan menyalahkan orang yang datang, tapi bagaimana kita sebagai tuan rumah disini bertanggung jawab terhadap warga masyarakat kita sendiri. Kita kan bertanggung jawab terhadap warga kita, jangan sampai warga kami itu nanti tertular lagi, ada kenaikan kasus lagi dan sebagainya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.