Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Raharjo Yuwono (kiri), dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto (kanan) mengecek ketersediaan Pupuk, Jumat (3/9/2021). /Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat distribusi pupuk bersubsidi ke para petani. Langkah ini diambil untuk memastikan nantinya pupuk bersubsidi tersalurkan sesuai tujuan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto menghimbau para petani untuk bisa mulai menebus pupuk subsidi, jelang masa tanam. “Kami pantau secara berkala, di gudang penyimpanan pupuk. Memastikan stok yang ada,” ucap Bambang, Minggu (12/9/2021).
Pihaknya juga bersinergi dengan Kepolisian dan Kejaksaan dalam pengawasan. Adapun nantinya pedagang yang diperbolehkan menjual pupuk bersubsidi yaitu kios resmi atau pun toko yang telah ditunjuk untuk menyediakan pupuk bagi para petani.
Baca juga: Uji Coba Pembukaan Wisata di DIY Diharapkan Berdampak ke Wisata Lain
Bambang menjelaskan alokasi pupuk bersubsidi jenis Urea untuk Gunungkidul sebanyak 17.979 ton dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebanyak 18.610,63 ton dan realisasi saat ini baru 4.067,02 ton. Sementara jenis SP-36 alokasinya 1.421 ton, RDKK 1.880,88 dan baru terealisasi 206,84 ton. Kemudian Pupuk jenis ZA alokasinya sebanyak 687 ton, RDKK 704,27 ton, dengan realisasi sekarang 73,46 ton.
Pupuk jenis NPK alokasinya 8.251 ton dengan RDKK 19.514,46 ton dan tersalurkan 3.400,87 ton. Pupuk organik padat alokasi sebesar 855 ton dengan RDKK 3.454,58 ton dan baru tersalurkan 43,18 ton. Sementara pupuk organik cair alokasi dari pemerintah 2.138 liter dan belum ada penyaluran.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Raharjo Yuwono menambahkan berdasarkan prakiraan BMKG musim hujan atau masuk Musim Hujan (MH) 1 tidak lama lagi, sekitar 1,5 bulan lagi. Dinas pun telah mengeluarkan surat edaran untuk menghimbau petani mempersiapkan musim tanam.
“Kami sudah menghimbau ke petani, untuk bisa mengolah lahan sebagai persiapan musim tanam pertama. Harapannya petani segera menindaklanjuti. Mulai dari persiapan lahan agar segera memanen singkong yang masih ada di lahan. Kemudian dilakukan pengolahan pertanian dengan traktor agar lebih mudah dan efektif,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.