Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua hektare lahan padi di Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, gagal panen akibat diterjang banjir dan longsor pada 17 Februari 2026. Meski begitu, mayoritas lahan padi di masa tanam pertama masih panen dengan hasil memuaskan.
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mencatat luas lahan padi di masa tanam pertama mencapai 42.743 hektare. Panen telah berlangsung sejak Januari dan diperkirakan selesai akhir Maret 2026.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menyatakan hasil panen umumnya bagus, dengan produksi 5 ton per hektare untuk lahan kering dan 7–9 ton gabah kering giling per hektare untuk sawah.
Meski demikian, ada dua hektare lahan di Ngawen yang tidak bisa dipanen akibat dampak bencana alam. Lokasinya tersebar di Kalurahan Jurangjero dan Tancep. Bencana terjadi pada 17 Februari lalu, saat hujan deras memicu banjir dan longsor di beberapa Kapanewon, termasuk Gedangsari, Nglipar, dan Semin.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menyebut terdapat sembilan titik genangan dan 37 titik longsor, dengan konsentrasi terbanyak di Kapanewon Ngawen. Kerugian material diperkirakan Rp23 juta, namun bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa, meski beberapa warga sempat mengungsi sementara waktu.
Raharjo menambahkan, produktivitas secara menyeluruh masih dalam proses pengolahan data, namun secara umum panen di Gunungkidul berjalan baik meski ada lahan yang terdampak bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman
Stunting pada anak masih dapat dioptimalkan jika ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Dokter gizi menjelaskan tanda dan langkah penanganannya.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.