Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Sejumlah guru mata pelajaran bahasa Jawa tingkat SMP dalam workshop aksara Jawa digital yang bertujuan untuk menghadirkan penggunaan aksara itu di ruang virtual, Jumat (1/10/2021)- Dok. Ist
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota Jogja melalui Dinas Kebudayaan setempat berupaya menggenjot penggunaan aksara Jawa di kalangan masyarakat dengan menghadirkannya di ruang virtual. Upaya ini bertujuan untuk mendukung Gerakan Jogja Kota Hanacaraka melalui ponsel pintar, komputer dan lain sebagainya.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti menyebut, menghadirkan penggunaan aksara Jawa di ruang virtual berperan penting dalam memasyarakatkan dan menyosialisasikan aksara Jawa. "Dengan upaya ini, kehadiran aksara Jawa tidak hanya dirasakan masyarakat dalam bentuk fisik atau di ranah publik saja namun juga di platform digital," kata Yetti, Jumat (1/10/2021).
Pihaknya juga mendorong penggunaan aksara Jawa dalam berbagai kegiatan salah satunya dalam rangkaian kegiatan Festival Sastra 2021. Hal ini juga sekaligus mendorong penciptaan aneka bentuk ekspresi yang memperkaya kebudayaan di tanah air.
Mereka yang diajak untuk berperan dalam penggunaan aksara Jawa di ruang virtual ini adalah para guru bahasa Jawa di tingkat SMP. Mereka tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Kota Jogja yang memiliki dasar kemampuan membaca dan menulis aksara Jawa, dan juga dapat menggunakan komputer dan smartphone.
BACA JUGA: Terkejut Didatangi Ganjar, Crew Radio Kenambai Umbai: Tidak Menyangka
"Mereka akan menjadi agen penggerak dalam penyebarluasan penggunaan aksara Jawa di ruang virtual kepada masyarakat. Dengan demikian gerakan literasi aksara Jawa akan berjalan berdampingan dengan pemanfaatan aksara Jawa di platform digital," kata Yetti.
Pemanfaatan aksara Jawa di ranah digital ini sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Pemerintah DIY melalui Dinas Kebudayaan setempat juga telah menyosialisasikan program budaya untuk mempercepat dan menggunakan aksara Jawa di ranah digital melalui Gerakan Jogja Kota Hanacaraka. Momentum peluncuran Gerakan itu bersamaan dengan peringatan Hari Aksara Internasional tahun 2021 dengan tema besar Aksara Jawa Anjayeng Bawana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.