Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kabut tebal terlihat di puncak Gunung Merapi dari kawasan Klangon, Glagaharjo, Sleman, Kamis (23/9/2021)./Harian Jogja-Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Meski sudah lebih tenang dibandingkan beberapa bulan lalu, erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi. Pada Sennin (4/10/2021), pada periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, teramati sejumlah guguran lava dan aktivitas kegempaan.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan pada periode pengamatan tersebut terjadi tiga kali guguran lava. “Dengan jarak luncur maksimal 1 kilometer (km) ke arah barat daya,” ujarnya.
BACA JUGA: Pembuat Kartun Nabi Muhamad Tewas dalam Tabrakan
Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas dengan kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dengan ketinggian maksimal mencapai 100 meter di atas puncak kawah.
Di sekitar gunung cuaca teramati berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. suhu udara berkisar 14-21 derajat celcius, kelembaban udara berkisar 78-93% dan tekanan udara berkisar 654-719 mmHg.
Pada aktivitas kegempaan, terjadi 79 gempa guguran, 10 gempa hembusan, satu gempa low frekuensi dan 73 gempa fase banyak. Dengan tingkat aktivitas ini, maka status Gunung Merapi sampai saat ini masih Siaga.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Kali Putih.
Lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.