Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Pengunjung sedang bermain di Pantai Ngandong, Kapanewon Tepus. Meski masih ditutup, namun ada pengunjung yang nekat menerobos masuk kawasan wisata. Foto diambil Minggu (5/10/2021)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul – Sedikitnya enam objek wisata di Gunungkidul telah mengantongi sertifikasi CHSE. Dinas Pariwisata optimistis jumlah destinasi yang menerima sertifikat ini akan bertambah karena proses verifikasi lapangan masih berlangsung hingga sekarang.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, enam destinasi wisata yang memperoleh sertifikat CHSE di antaranya kawasan Pantai Baron, Pantai Watulumbung, Kalisuci, Gunung Ireng, Goa Pindul dan Gunung Gentong. Keberhasilan memperoleh sertifikat tak lepas adanya proses verifikasi dari tim auditor dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Hary pun mengaku senang adanya sejumlah destinasi yang mengantongi sertifikat CHSE karena upaya pembukaan wisata bisa selangkah lebih maju. Pasalnya, sertifikat ini menjadi salah satu syarat untuk uji coba pembukaan.
“Sekarang masih ditutup. Untuk bisa buka masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat terkait dengan kebijakan PPKM level tiga,” katanya, Selasa (5/10/2021).
Baca juga: DIY Kejar 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Pada November
Hary mengaku optimistis jumlah destinasi yang mengantongi sertifikat CHSE akan terus bertambah. Hal ini dikarenakan destinasi lain sedang mengajukan dan masih dalam tahapan verifikasi lapangan dari tim auditor.
“Masih berlangsung dan saya yakin jumlahnya destinasi yang mengantongi akan terus bertambah,” katanya.
Disinggung mengenai persyaratan QR code aplikasi Pedul Lindungi, Hary mengakui hingga sekarang sudah ada 21 destinasi yang memperoleh scan barcode untuk pemindaian. “Sebelumnya ada 20 destinasi, tapi dengan bertambahnya Gunung Ireng maka total ada 21 destinasi yang memperoleh QR code Peduli Lindungi,” katanya.
Terpisah, Salah seorang pengelola objek wisata Cave Tubing Kalisuci, Kirun membenarkan destinasi yang dikelola sudah mendapatkan sertifikat CHSE. Hal ini tidak lepas adanya proses audit yang dilakukan oleh tim asesmen pada Jumat (1/10/2021). “Kami tinggal menunggu sertifikat CHSE terbit. Informasi yang diperoleh akan diberikan dalam kurun waktu satu bulan,” katanya.
84 Pertanyaan
Dia menjelaskan, pada saat verifikasi ada 84 pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan-pertanyaan tidak lepas dari penerapan protokol di area destinasi. “Kami bersyukur karena dari 84 pertanyaan semua dinyatakan memenuhi persyaratan,” ungkapnya.
Kirun pun berharap agar destinasi wisata bisa segera dibuka karena sejumlah persyaratan telah dipenuhi. “Kami juga sudah mendapatkan QR code aplikasi Peduli Lindungi. Untuk sinyal tidak ada masalah karena sudah menyediakan Wifi yang bisa diakses oleh pengunjung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.