DIY Kejar 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Pada November

Siswa mendapatkan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan di SMP Negeri 2 Wonosari, Kamis (12/8/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
04 Oktober 2021 22:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY terus berupaya mempercepat capaian vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunal sehingga masyarakat bisa melakukan berbagai aktivitas sosial maupun perekonomian. Bahkan akhir November mendatang Pemda DIY optmistis capaian vaksinasi di DIY sampai 100% minimal untuk dosis pertama.

“Kita rencana yang 100 persen itu sampai akhir November. Sehingga nanti kegiatan ekonomi, kesehatan, pariwisata dan yang lain bisa berjalan. Itu untuk dosis satu yang hampir tiga juta itu [sasaran].” Kata Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi Covid-19 DIY, Sumadi, di Kompleks Kepatihan, Senin (4/10/2021).

Sumadi menyebutkan sampai 4 Oktober 2021 lalu capaian vaksinasi DIY sudah 83,45%  atau 2.403.109 untuk dosis pertama dari total sasaran 2.879.699 orang. Sementara dosis kedua sudah mencapai hampir 50,51% atau 1.452.396 orang. Daerah tertinggi yakni Jogja sampai 100%, tertinggi kedua Sleman dengan capaian 77,79%, kemudian Kulonprogo 74,44%, Gunungkidul 66,33%, dan Bantul 66,47%.

Menurut Sumadi, secara umum vaksinasi di DIY tidak ada persoalan dan berjalan teru setiap hari dengan bekerja sama berbagai pihak, seperti TNI-Polri sampai perguruan tinggi. Pihaknya telah memiliki data sasaran yang belum divaksin sampai perkecamatan bahkan sampai desa. Proses vaksinasi dengan mendatangi langsung kepada sasaran atau jemput bola.    

“Kita minta aparat yang  ada di wilayah itu RT dan RW melaporkan masyarkat terutama yang manula, itu disampaikan ke kabupaten sehingga kita jemput bola ke sana. Kita juga bekerja sama dengan TNI Polri untuk vaksin mobile, jadi mana wilayah yang masih kurang itu istilahnya diserbu,” papar Sumadi.

Untuk stok juga tidak ada persoalan. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X selalu menyampaikan permintaan stok vaksin ketika hampir habis, bahkan saat ini Sultan diakui Sumadi mengajukan tambahan stok vaksin sebanyak 300.000 khusus untuk mahasiswa. Kondisi tersebut untuk mengantisipasi kedatangan mahasiswa yang belum menjalani vaksinasi di daerahnya masing-masing.

Pihaknya memprediksi ada sekitar 275.000 mahasiswa di DIY yang akan memulai pembelajaran tatap muka (PTM) mulai awal hingga pertengahan Oktober ini. Karena itu vaksinasi khusus pelajar dan mahasiswa juga terus digenjot. Bahkan dalam dua hari terakhir ini di UNY ada sasaran vaksinasi sebanyak 4000 orang khusus mahasiswa.

“Kita minta nanti di masing-masing perguruan tinggi dilakukan checking. Atau pak Gubernur DIY sudah dawuh pimpinan perguruan tingginya untuk didata. Mahasiswa di Jogja yang belum divaksin di daerah,” kata Sumadi.

Lebih lanjut Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum ini mengatakan syarat PTM sesuai yang diinginkan Gubernur adalah siswa dan tenaga kependidikannya sudah divaksin minimal 80% untuk dosis pertama. Syarat tersebut berlaku bagi semua satuan pendidikan, bahkan sampai perguruan tinggi.

Sumadi meminta semua pihak penyelengara pendidikan untuk bersabar dengan tidak menggelar pendidikan tatap muka terlebih dahulu sampai siswanya divaksin minimal 80% dosis pertama, “Kita sangat hati-hati nek [kalau] engga sabar bisa jadi klaster kasihan anak-anak,” ucap Sumadi.

BACA JUGA: Beredar Surat Dukungan untuk Litto, Warga Muntuk Merasa Dijebak