Jogja Inspira Hadirkan Kolaborasi Musik, Puisi dan Sketsa
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Pengunjung memilih salak yang jadi komoditas utama Embung Kaliaji./Instagram @omahsalak
Harianjogja.com, SLEMAN- Banyaknya kunjungan wisatawan ke Sleman dinilai memberikan dampak berganda. Salah satunya pada penyerapan produk pertanian di Sleman yang mulai menunjukkan tren positif.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Suparmono mengatakan pelonggaran PPKM menimbulkan dampak positif bagi perekonomian. Produk-produk pertanian mulai terserap seiring mulai banyaknya pusat-pusat kuliner yang dibuka.
Kondisi tersebut, katanya, sangat berbeda saat penerapan PPKM Darurat pada Juli lalu hingga PPKM Level 4. "Saat itu tidak hanya masalah penyerapan produk pertanian yang sulit tetapi harganya juga ikut tertekan," katanya, Kamis (7/10/2021).
Saat ini, lanjut Suparmono, penyerapan produk pertanian dan harganya pun mulai stabil. Hal ini salah satunya dipicu oleh mulai banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Sleman. "Ya saat ini tingkat konsumsi cenderung normal, bahkan beberapa komoditas mengalami peningkatan permintaan (konsumsi)," kata dia.
BACA JUGA: Meninggal Dunia karena Jantung, Gunawan Maryanto Sosok Mandiri di Keluarga
Mantan Panewu Cangkringan ini menyontohkan untuk komoditas perikanan penjualannya mulai normal. Padahal sejak PPKM Darurat hingga level 4, penjualan komoditas ini terbilang susah. "Saat PPKM turun ke level 3, kran penjualan mulai mengalir. Konsumsi ikan mulai naik sampai saat ini," katanya.
Sayangnya, ia belum dapat memberikan data-data kenaikan penjualan dan penyerapan produk pertanian saat ini. "Ini tidak hanya terjadi di komoditas ikan. Tapi hampir semua komoditas. Salah satunya dampak dari dibukanya destinasi wisata, hotel mulai penuh dan itu mendorong serapan produk-produk pertanian," jelasnya.
Salah seorang peternak ikan, Wisnu Wardhana, warga Sidokarto, Godean mengaku belum merasakan dampak dari kenaikan konsumsi ikan setelah pelonggaran PPKM. Ia menyebut masih kesulitan untuk mencari pasar. "Kalau produksi masih bagus, cuma kami tetap kesulitan untuk mencari pasar. Jadi sampai saat ini (pelonggaran PPKM) masih belum berdampak," kata Wisnu.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Kurnia Astuti mengakui jika harga dan penjualan komoditas pangan di Sleman kembali normal. Meskipun ada sejumlah komoditas yang cenderung mengalami kenaikan seperti cabai, namun hal itu masih terkendali.
"Kenaikan harga cabai ini lebih disebabkan faktor cuaca dan masa panen yang sudah selesai di sentra-sentra produksi cabai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Erick Thohir menegaskan pemerintah tak lagi membangun fasilitas olahraga tanpa road map dan memilih mengoptimalkan aset yang mangkrak.
Tiga ASN Jayawijaya tewas ditembak KKB. Haedar Nashir meminta TNI-Polri dan pemerintah memperkuat perlindungan warga di Papua.
Real Madrid mengalahkan Rayo Vallecano 4-1 di LaLiga 2026/27. Emil Audero debut dengan tujuh penyelamatan.
Iran dan Oman akan meneken kesepakatan jalur pelayaran bersama di Selat Hormuz dalam pertemuan negara Teluk di Muscat.
Muhammadiyah menyoroti MBG, Koperasi Merah Putih dan UU Perampasan Aset serta mendorong dialog untuk menjaga persatuan bangsa.