Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Aktivitas pembangunan cor rabat beton di jalan menuju Pantai Grigak di Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul. Foto diambil 28 September 2021. /Ist.
Harianjogja.com, PANGGANG – Kapanewon Panggang, Gunungkidul mendapatkan anggaran kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di tahun ini sebesar Rp600 juta. Pagu ini digunakan untuk membangun jalan menuju Pantai Grigak di Kalurahan Girikarto.
Panewu Panggang, Winarno mengatakan, dana kegiatan PISEW senilai Rp600 juta sudah cair dan digunakan untuk membangun akses di Pantai Grigak. Sesuai dengan tujuan program, bantun anggaran digunakan dalam upaya pengembangan infrastruktur kawasan guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.
BACA JUGA : Jalur Tikus Menuju Pantai Gunungkidul Bakal Dijaga
Program pembangunan jalan menuju Pantai Grigak dipilih karena kondisinya yang rusak. Selain itu, di kawasan wisata ini juga terdapat ikon baru berupa embung yang dibangun di atas perbukitan yang berdekatan dengan laut.
“Jadi diprioritaskan membangun jalan ke pantai ini sehingga mempermudah akses bagi para wisatawan,” katanya, Minggu (10/10/2021).
Menurut dia, pembangunan jalan wisata ditarget selesai di akhir bulan ini. adapun proses pengerjaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan warga sekitar. “Mudah-mudahan selesai tepat waktu,” katanya.
Ia menambahkan, pagu anggaran PISEW juga digunakan membangun jalan antar kalurahan dari Giriharjo di Dusun Panggang II menuju Kalurahan Giriwungu,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Girikarto, Tuyadi. Menurut dia, alokasi dana Rp600 juta untuk pengecoran rabat beton sepanjang 1500 meter. Adapun rinciannya, jalan sepanjang 400 meter yang diperbaiki berada di Kalurahan Giriharjo. Sedangkan sisanya, sepanjang 1,1 kilometer untuk mendukung pengembangan wisata di Pantai Grigak. “Pengecoran jalan ke Grigak masih berlangsung,” katanya.
Dia mengungkapkan, pembangunan ini sangat penting karena akses wisatawan akan lebih mudah karena jalannya relatif lebih bagus. Sebelum ada program PISEW, Tuyadi mengakui ada pembangunan jalan dari Pemerintah DIY berdasarkan aspirasi dari anggota DPRD. “Jadi ini meneruskan dan setelah pengecoran selesai maka akses wisatawan lebih mudah,” ungkapnya.
BACA JUGA : Jalur Menuju Pantai di Gunungkidul Ramai Lancar
Tuyadi menambahkan, Pantai Grigak bisa menjadi destinasi unggulan seiring dibangunnya embung di kawasan ini. Hasil koordinasi dengan pemilik yayasan, keberadaan embung tidak hanya mendukung pengembangan wisata, tapi juga dimanfaatkan di sektor pertanian, seperti budidaya tanaman buah.
“Sudah ada kerja sama. Berhubung lokasi pantai ada yang milik Kalurahan Giriwungu, maka ada perjanjian berkaitan dengan bagi hasil dari pendapatan yang diperoleh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.