Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Kasus corona yang cenderung melandai berdampak terhadap tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit. Meski demikian, pihak rumah sakit rujukan tetap menyiapkan antisipasi pada saat terjadi lonjakan kasus.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, hingga Minggu (24/10) siang ada dua pasien positif yang dirawat. Selain itu, ada enam pasien dalam status suspek corona yang menjalani perawatan.
Adapun tempat tidur yang disediakan 28 unit. Rinciannya, sebanyak 14 tempat tidur untuk pasien dewasa, anak-anak ada enam unit, ibu bersalin tiga tempat tidur dan lima unit untuk perawatan bayi.
“Sekarang banyak yang kosong karena yang dirawat bisa dihitung dengan jari,” kata Heru, Minggu (24/10).
Meski demikian, dia mengakui tetap mewaspadai adanya potensi lonjakan kasus. Skenario yang dipersiapkan dengan menyiapkan perluasan tempat tidur perawatan pada saat sewaktu-waktu dibutuhkan. “Mudah-mudahan tidak ada lonjakan kasus, tapi akan kami persiapkan menambah ruang perawatan saat ada penambahan pasien yang membutuhkan penanganan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, kasus penularan corona yang semakin terkendali berdampak terhadap kapasitas ruang perawatan di rumah sakit rujukan.
Ia pun mengklaim ruang perawatan corona sempat kosong karena tidak ada pasien yang dirawat. Meski demikian, pada Minggu siang tercatat ada dua pasien positif sedang menjalani perawatan di RSUD Wonosari. “Mudah-mudahan terus terkendali sehingga tidak ada lonjakan lagi,” katanya.
Dewi mengungkapkan, upaya penanggulangan corona tidak hanya dengan mengencearkn program vaksinasi. Pasalnya, pencegahan juga membutuhkan paritisipasi aktif dari masyarakat. Salah satunya, terus patuh dan berdisiplin menjalankan protokol kesehatan.
“Tidak boleh abai karena jika tidak patuh potensi tertular semakin tinggi. Oleh karenanya, masyarakat harus berdisiplin menjalankan protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus penularan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Gelombang gugur massal landa wakil Indonesia di 16 besar Malaysia Masters 2026. Jonatan Christie (jojo) jadi satu-satunya harapan tersisa di perempat final.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)