Indomaret Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Penyerahan Penghargaan WTP oleh Kepala Kanwil DJPB DIY kepada Bupati Bantul./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL - Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DI Yogyakarta, Arif Wibawa beserta Kepala Bidang Pembinaan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, Sugeng Winarno dan Kepala KPPN Yogyakarta, Rizki T Karipany melakukan audiensi dangan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih beserta jajaran di Ruang Bupati Bantul, Kamis (28/10).
Selain untuk audiensi dan bersilaturahmi, pertemuan ini sekaligus dalam rangka menyerahkan penghargaan dari Pemerintah kepada Pemda Bantul atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2020 dan memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Penyerahan penghargaan diserahkan secara langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DI Yogyakarta dan disaksikan oleh Sekretaris BKAD Bantul Suyono, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan Didik Warsito dan Kepala Bidang Aset BKAD Jugo Noor Subarkah.
Laporan Keuangan Pemda Kabupaten Bantul Tahun Anggaran 2020 mendapatkan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan untuk yang ke 9 kalinya berturut-turut, sebuah prestasi yang membanggakan sebagai salah satu wujud tata kelola keuangan yang baik pada Pemerintah Daerah. Berkenaan dengan capaian prestasi tersebut diberikan penghargaan oleh pemerintah kepada Pemda Bantul berupa Plakat dan Piagam Penghargaan yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas penyelenggaraan prinsip akuntansi keuangan yang tepat dan akuntabel.
Arif Wibawa menyampaikan bahwa capaian opini WTP 9 kali berturut-turut dari Pemda Bantul merupakan capaian prestasi yang telah melewati peringkat excellent 1 (capaian WTP 5 kali berturut-turut), diharapkan prestasi ini dapat selalu dipertahankan sehingga nanti bisa meraih excellent 2 (capaian WTP 10 kali berturut-turut). Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DI Yogyakarta akan selalu siap dan proaktif membantu Pemda yang memerlukan pendampingan atau konsultasi terkait keuangan daerah demi tercapainya pengelolaan keuangan negara yang semakin berkualitas. Tercapainya opini WTP ini merupakan salah satu indikator Pemda berhak menerima Dana Insentif Daerah (DID), yang digunakan untuk memajukan perekonomian Kabupaten Bantul.
Bupati Bantul usai menerima penghargaan tersebut menyambut baik dan menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Kementerian Keuangan kepada Pemda Bantul. Pemda Bantul akan berupaya untuk mempertahankan opini WTP untuk laporan periode-periode yang akan datang. Selama ini Pemda Bantul melalui BKAD Bantul telah memberikan kontribusi dengan memberikan data yang update dan akurat sehingga Laporan Keuangan yang komprehensif menggambarkan konsolidasian antara LKPP dan LKPD dapat tersaji dengan baik. Untuk kedepannya, diharapkan kerja sama antara Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DI Yogyakarta dan Pemda Bantul dapat terus terjalin dengan baik.sebagai wujud nyata sinergi Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.