WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi Perawatan Lampu Penerangan Jalan Umum/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN-Dinas Perhubungan Sleman memetakan sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan yang terdapat di beberapa kapanewon. Munculnya potensi kecelakaan ini salah satunya disebabkan karena minimnya jaringan listrik untuk penerangan.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana, menjelaskan sejumlah ruas yang sudah teridentifikasi mulai dari Kapanewon Minggir itu ada di Jaten, Kalurahan Sendangrejo dan Jetis, Kalurahan Sendangmulyo.
“Kemudian di ruas jalan Sumberarum sampai Sumberrahayu itu di wilayah Moyudan, kemudian Nglampis, karena memang ada tempat-tempat yang enggak ada jaringan listriknya, belum ada jaringan listrik, kalau ada jaringan listrik tegangannya dalam posisi tegangan bukan tegangan rendah,” ujarnya, Rabu (24/11/2021).
Adapun sejumlah ruas jalan yang sudah ditangani yakni di Kalurahan Sendangrejo dan Sendangarum, kemudian di Kapanewon Prambanan mulai dari Wukirharjo, Gayamharjo, Sambirejo juga sudah ditangani oleh Dinas Perhubungan Sleman.
Ia mengakui minimnya listrik menjadikan ruas jalan berpotensi kecelakaan. “Mungkin kendala kita tinggal di daerah Moyudan itu kendalanya belum ada jaringan tegangan rendah. Itu sudah kami komunikasikan juga ke PLN Sleman bisa nggak pengembangan jaringan di wilayah sana,” katanya.
Penerangan Jalan Umum (PJU) kata dia, tersambung dari ketersediaan listrik. Kalau tidak ada listrik maka diusulkan untuk memakai solar sel.
“Menurut kami kalau lebih enak itu pakai listrik, solar sel harus membersihkan panel surya dan sering kali aki itu hilang,” ungkapnya.
Di sejumlah ruas jalan tersebut kondisinya gelap sehingga menyebabkan sering terjadi kecelakaan bahkan tindak kejahatan. Ia menegaskan Dinas Perhubungan Sleman responsif terhadap masukan dari masyarakat termasuk dari media sosial terkait fasilitas jalan ini.
BACA JUGA: Fadli Zon "Hilang", Fahri Hamzah Minta Bantuan Anies Baswedan
“Saya juga sudah bersurat dengan provinsi, kalau provinsi itu konteks kewilayahan yang jalur Gedongan sampai Klangon itu beberapa waktu itu terjadi kecelakaan juga ternyata itu jalan provinsi, sehingga kita minta permohonan juga dari Tempel sampai Klangon untuk dapat disambung [jaringan listrik],” ujarnya.
Tahun ini program yang sudah terpasang di Prambanan lebih dari 25 titik. Kemudian pada November dipasang di Kapanewon Minggir, di Jetis dan Jaten ada 20 titik. Di samping PJU, dikembangkan pula solar sel itu.
“Solar sel kebanyak di wilayah berbah dan wilayah Minggir, Sayegan terutama ditempat-tempat persawahan yang belum ada jaringan listriknya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Prancis siapkan 30.000 AC untuk rumah sakit hadapi gelombang panas susulan. Layanan darurat masih kewalahan.
Argentina vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan analisis kekuatan kedua tim.
Lurah Garongan nonaktif Ngadiman ditahan Polres Kulonprogo terkait dugaan pungli. Penyidik kejar pelimpahan berkas ke kejaksaan.
Gelombang panas ekstrem di Prancis tewaskan 2.025 orang. Suhu tinggi melanda Eropa dan picu lonjakan angka kematian.
PMI Sleman berhasil menghimpun Rp1,3 miliar dari Bulan Dana 2026 untuk layanan kesehatan dan kemanusiaan.