Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pengendara motor melintas di jalur Ponjong-Bedoyo di Dusun Tembesi, Kalurahan Ponjong, Ponjong. Selasa (2/12). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, PONJONG – Warga Dusun Tembesi, Kalurahan Ponjong, Ponjong mengeluh rusaknya jalan di kawasan ibukota kecamatan yang menghubungkan Ponjong-Bedoyo. Diduga kerusakan disebabkan aktivitas truk muatan galian C yang sering melintas di jalur ini.
Salah seorang warga Tembesi, Faizuz Sya’bani mengatakan, salah satu indikasi jalan yang baik adalah warga nyaman saat berkendara keluar rumah setelah hujan turun. Namun demikian, rasa ini belum dimiliki warga Dusun Tembesi karena jalan di wilayahnya banyak berlobang dan becek pada saat musim penghujang.
“Jalan Tembesi yang menghubungkan Ponjong-Bedoyo memang rusak. Total panjangnya sekitar dua kilometer dan yang rusak separuh lebih,” kata Faizuz, Kamis (2/12).
Dia menjelaskan, banyak warga yang mengeluh dengan kondisi jalan yang rusak. Pasalnya, pengendara yang melintas, khususnya sepeda motor harus berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan. “Statusnya memang jalan kabupaten dan kami berharap ke pemkab bisa diperbaiki,” katanya.
Faizuz mengungkapkan, kerusakan jalan diperparah dengan aktivitas truk muatan galian C yang sering lalu lalang. Ia mencatat setiap harinya ada 20-50 truk yang membawa batu keprus melintas di jalur ini.
“Ya kalau ada proyek semisal di Karangmojo atau Semin, maka intesitas akan lebih banyak lagi. Batuan keprus banyak diambil dari wilayah Bedoyo dan pengirimannya akan lewat di jalur di Tembesi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, upaya perbaikan sudah dilakukan di tahun lalu. Hanya saja, Faizuz menganggap perbaikan hanya menambal dan tidak tahan lama karena langsung rusak lagi.
“Jalan di Gunungkidul sampai desa-desa banyak yang bagus, tapi di tempat kami rusak parah sejak lama,” kataya.
Keluhan terkait dengan jalan rusak juga disuarakan oleh Kasino, warga Dusun Tembesi yang lain. Menurut dia, rusaknya jalan penghubung Ponjong-Bedoyo patut disayangkan. Terlebih lagi, jalur ini masuk wilayah ibukota kecamatan Ponjong. “Memang dekat dengan kantor Kapanewon Ponjong, tapi jalannya masih rusak,” katanya.
Kasino berharap ada perhatian dari pemerintah agar kerusakan dapat diperbaiki sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu. “Ya haraannya diperbaiki agar saat kemarau tidak berdebu dan saat musim hujan tidak becek jalannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.