Panen Tembakau Dimulai, Petani Semin Nikmati Hasil Musim Kemarau
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Sejumlah pengunjung terlihat bermain di kawasan Pantai Ngandong, Tepus, Kapanewon Tepus. Minggu (3/10/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Target pendapatan asli daerah (PAD) 2021 dari sektor pariwisata di Gunungkidul belum tercapai. Padahal, target yang dipatok tahun ini telah diturunkan dibanding target pada 2020.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan realisasi PAD sektor pariwisata pada 2020 sebesar Rp14,3 Miliar. “Tahun ini target PAD dari sektor pariwisata Rp12 miliar, dan realisasi saat ini baru Rp10,3 miliar. Masih ada pekerjaan rumah sekitar Rp1,7 miliar. Semoga kondisinya mendukung untuk mencapai target tersebut,” ucap Hary saat dikonfirmasi, Jumat (10/12/2021).
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya terjadi lonjakan wisatawan pun masih belum dapat diprediksi terutama karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Hary mengungkapkan saat ini wisatawan yang datang ke Gunungkidul masih didominasi wisatawan dari DIY dan sekitarnya.
Terkait dengan pembatalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Hary mengatakan saat ini masih menunggu aturan turunan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.66/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19. “Pada dasarnya kami siap melakukan pengawasan dan pengetatan selama libur Nataru sesuai Inmendagri. Kami segera melakukan rapat koordinasi untuk menyiapkan arah kebijakan,” ucap Hary.
Hary mengatakan akan bekerja sama dengan lintas stakeholder seperti TNI, Polri, Dinas Kesehatan (Dinkes), SAR, dan yang lainnya, untuk melakukan pengawasan selama libur Nataru. Memastikan semua berjalan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) selama Nataru.
“Penguatan di pintu masuk kawasan dan di dalam kawasan. Di pintu gerbang kami skrining, penerapan aplikasi Peduli Lindungi. Saat ini penerapan Peduli Lindungi sudah berjalan Yang kami belum tahu soal kuota, apakah diberikan kewenangan ke kami atau bagaimana. Nanti Ingub dan Inbup bagaimana? apakah 25 persen atau berapa kuotanya kami masih menunggu,” ucap Hary. (Herlambang Jati Kusumo)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.
Mendes Yandri Susanto menegaskan isu Kopdes Merah Putih menutup warung kelontong dan melarang berdagang dalam radius 2 kilometer adalah hoaks.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan penggunaan izin usaha perusahaan pergadaian atas nama Perusahaan Perseroan (Persero)
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.