Tol Jogja-Solo di Ringroad Kronggahan Rampung Oktober 2026, Desember Fungsional
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Petugas BBPOM DIY melakukan uji laboratorium terhadap ikan teri beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, BANTUL—Boraks dan formalin masih ditemukan pada makanan yang dijual di sejumlah pasar di Bantul. Namun, jumlahnya terus menurun.
Bekerja sama dengan Balai BPOM DIY, Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul memeriksa kandungan bahan-bahan berbahaya dalam makanan di pasar. Kepala Seksi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok Dinas Perdagangan Bantul, Zuhriyatun Nur Handayani mengatakan jawatannya memeriksa kandungan bahan berbaya pada baham pangan sejak 29 November hingga 3 Desember lalu. Pemeriksaan ini rutin dilakukan mendekati hari raya.
"Kami mengambil sampel di 11 pasar rakyat. Hasilnya, meskipun masih ditemukan beberapa makanan yang mengandung barang berbahaya, tetapi persentasenya sudah menurun di pasar rakyat," kata perempuan yang akrab disapa Nani itu pada Selasa (21/12).
Disdag Bantul dan Balai BPOM menemukan kandungan boraks pada lempeng dan gendar. “Terus rata-rata teri masih ada formalinnya. Jumlahnya tidak sampai lima persen. Formalin di teri biar awet, tahan lama. Kalau boraks di gendar biar kenyal,” ucap dia.
Para pedagang yang kedapatan menggunakan bahan berbahaya pada olahannya akan mendapatakan edukasi. “Kami supaya ke depan tidak usah menjual barang yang mengandung bahan berbahaya,” ujar dia.
Nani menyarankan para pedagang untuk menggunakan bahan-bahan yang diizinkan, baik itu alami maupun yang kimia. “Kalau yang alami bisa pakai daun suji untuk warna hijau, terus daun jati untuk warna merah. Kalau umpamanya ungu bisa pakai bungga telang,” ujar dia.
Menurut Nani, saat ini banyak bahan-bahan yang bisadipakai membuat makanan awet maupun kenyal tetapi aman dikonsumsi. “Kami menyarankan membuat gendar memakai alternatif lain misalnya tepung kanji,” kata dia.
Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta, mengatakan pemeriksaan bertujuan untuk memastikan bahan makanan di pasar higienis dan tidak mengandung barang yang berbahaya. “Seperti pewarna yang tidak diizinkan dan boraks,” ujar dia
“Kandungan-kandungan itu bisa sangat bernahaya bagi kesehatan konsumen dan masyarakat pada umumnya. Konsumsi dalam jangka yang cukup lama bisa berakibat fatal.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Thailand lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 2-0 atas Vietnam. Indonesia masih berebut tiket final dari Grup A.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 di Motegi berlangsung 2–4 Oktober. Jorge Martín hanya unggul 12 poin atas Marc Márquez.
Janice Tjen akan berduet dengan Venus Williams di Guangzhou Open 2026. Turnamen berlangsung 26 Oktober hingga 1 November.
Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran keuangan selama sembilan musim. Man City masih punya hak banding hingga 2 Oktober.
Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis 1 Oktober 2026. Simak jam kick-off dan siaran langsungnya.