Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Aktivitas warga di jalan menuju Candi Risan di Kalurahan Candirejo, Semin. Rabu (22/12). Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, SEMIN – Candi Risan di Kalurahan Candirejo, Semin, Gunungkidul menjadi salah satu situs purbakala termegah di Gunungkidul. Hal ini terihat dari bentuk bangunan yang masih terlihat hingga sekarang.
Di Gunungkidul terdapat beberapa situs candi seperti di Kalurahan Pacarejo, Semanu; Kalurahan Plembutan, Wonosari. Meski demikian, dari sisi peninggalan Candi Risan lebih lengkap ketimbang dua situs lainnya.
Keberadaan candi ini juga mendapatkan perhatian dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Pada saat peresmian Taman Budaya Gunungkidul, Sultan sempat menyingung keberadaan Candi Risan.
Menurut dia, adanya candi ini membuktikan di Gunungkidul memiliki jejak peradaban dan budaya yang bernilai tinggi. Meski demikian, guna memastikan jejak purbakala ini harus dilakukan kajian dan penelitian yang lebih mendalam.
Sultan mengungkapkan, ada beberapa versi berkaitan dengan penemuan candi Budha ini. Salah satunya, Candi Risak diyakini dibangun pada masa Mataram Kuno dan usianya lebih tua dari Candi Prambanan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya Arca Avalokitesvara.
Selain itu, ada juga versi cerita yang mengaitkan keberadaan candi dengan pelarian prajurit Majapahit. Meski demikian, Sultan menilai hal ini kurang relevan karena Kerajaan Majapahit memiliki masa yang berbeda.
“Saya menduga keberadaan Candi Risan memiliki hubungan dengan peradaban di Kali Oya yang secara geografis jaraknya tidak jauh dari Candi,” katanya, Senin (20/12).
Tokoh Masyarakat Kalurahan Candirejo Joko Haryono mengatakan, meski sudah tidak utuh, tapi struktur bangunan masih terlihat. Candi ini berada pada ketinggian 136 meter di atas permukaan air laut (mdpl) dengan luar area 2.000 meter persegi.
Dia menjelaskan bahwa Candi Risan terdiri atas dua buah candi yang berderet dari utara ke selatan. Di mana Candi I berukuran 13 m x 13 m, sedangkan Candi II berukuran 11,5 m x 11,5 m.
“Candi Risan menghadap ke barat, hal ini berdasarkan temuan tangga pada sisi barat Candi. Dan candi Risan terbuat dari batu putih (tufa),” katanya.
Menurut Joko, untuk artefak Arca Avalokitesvara disimpan di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY. Arca ini sempat hilang dan sampai di tangan kolektor di Singapura.
“Dulu kabarnya dicuri dan dijual ke Singapura, terus ditirakati tujuh malam ketemu pelakunya. Sekarang arca itu ada di BPCB Prambanan dan koleksi arca dari Candi Risan merupakan yang paling bagus di seluruh DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.