MI YAPPI Natah Gunungkidul Dibakar, Polisi Temukan Botol Berisi Solar
ksi pembakaran sekolah oleh orang tak dikenal terjadi di Madrasah Ibtidaiyah YAPPI di Kalurahan Natah, Nglipar. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Nglipar.
Puluhan kapal milik nelayan diparkir di pinggir aliran sungai bawah tanah di Pantai Baron, Desa Kemadang Tanjungsari. Rabu (17/4/2019)/Istimewa-Dokumen SAR Satlinmas Wilayah II DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemkab Gunungkidul kembali menghidupkan wacana penataan kawasan pantai, meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Penataan ini salah satunya menyasar di Pantai Baron dan Kukup di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari menjadi satu kawasan.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajad Ruswandono mengatakan, penataan kawasan pantai menjadi salah satu agenda yang dimiliki pemkab. Meski demikian, akibat adanya pandemi membuat program ini belum terlaksana hingga sekarang. “Sudah pernah menjadi agenda, tapi karena fokus untuk penanganan corona, maka belum terlaksana,” kata Drajad, Senin (10/1/2022).
Menurut dia, rencana penataan kembali dihidupkan, salah satunya dengan menata Pantai Baron dan Kukup yang selama ini menjadi ikon pariwisata di Gunungkidul. Rencananya dua pantai tersebut akan ditata menjadi satu kawasan yang saling terintegrasi. “Jadi nantinya ada jalur penghubung kedua pantai untuk pengujung. Selain itu, akan ada wahana yang coba dikembangkan untuk menarik minat wisatawan,” katanya.
Drajad menambahkan, untuk penataan juga melibatkan peran dari investor. Adapun konseppnya masih dimatangkan secara bersama-sama. “Sudah ada pertemuan untuk membahas penataan kawasan ini dengan investor,” katanya.
Disinggung mengenai dokumen masterplan penataan Pantai Baron yang sudah dibuat, Drajad mengaku tidak ada masalah. Meski ada perubahan terkait dengan wilayah pantai yang akan ditata, namun masterplan di Pantai Baron bisa dijadikan pedoman awal untuk penataan.
“Ya nanti masterplan yang kami koordinasikan dengan calon investor,” katanya.
BACA JUGA: Ratusan Anak di Bantul Kehilangan Orang Tua karena Covid-19
Dia berharap penataan ini bisa berjalan dengan lancar sehingga dapat mendukung pengembangan di sektor pariwisata yang lebih baik lagi. “Memang pandemi Corona ikut memberikan pengaruh, tapi kami tetap berusaha melaksanakan penataan ini,” ujarnya.
Salah seorang pedagang di Pantai Baron, Suti mengatakan, sudah pernah mendengar berkaitan dengan program penataan kawasan pantai salah satunya di Baron. Meksi demikian, hingga sekarang belum ada realisasinya.
Dia berharap dalam proses penataan para pelaku usaha dilibatkan dan mendapatkan sosialisasi tentang program ini sehingga mendapatkan gambaran pasti. “Harapannya aspirasi dari pelaku usaha didengarkan dan jangan hanya dari satu pihak saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ksi pembakaran sekolah oleh orang tak dikenal terjadi di Madrasah Ibtidaiyah YAPPI di Kalurahan Natah, Nglipar. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Nglipar.
BMKG memprakirakan curah hujan Kalsel mulai meningkat Oktober 2026, tetapi lahan masih sangat mudah terbakar pada 22-23 Agustus.
Prabowo menegaskan pelaku karhutla akan ditindak. Izin korporasi bisa dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.
LRT Jabodebek mencatat rekor 3,06 juta penumpang pada Juli 2026, tertinggi sejak beroperasi dan tumbuh 21% secara tahunan.
BMKG mencatat 776 titik panas di Kalsel pada Sabtu. Sebaran asap meluas ke Kalteng dan Kaltim, sementara jarak pandang turun hingga 200 meter
Suadesa Festival 2026 menghadirkan 40 UMKM dengan produk kerajinan, makanan dan kuliner untuk memperluas pasar serta menjaring pelanggan baru