Ratusan Anak di Bantul Kehilangan Orang Tua karena Covid-19

Anggota Wantimpres, Muhammad Mardiono (berbaju putih) saat mengunjungi anak yatim piatu karena Covid-19 di Dusun Paker RT04, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Sabtu (8/1/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
10 Januari 2022 11:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Sosial (Dinsos) Bantul menyebut sekitar 400 anak di Bantul kehilangan orang tua akibat pandemi Covid-19. Saat ini, anak-anak itu menjadi yatim, piatu, bahkan yatim piatu. Dari ratusan anak tersebut sembilan anak di antara mereka diangkat dan menjadi anak asuh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Muhamad Mardiono.

Kepala Dinsos Bantul, Gunawan Budi Santoso mengatakan ratusan anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19 terhitung sejak 2021, terutama saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 pada pertengahan 2021. “Sekitar 400 anak kehilangan orang tua itu karena memang satu keluarga bisa ada dua sampai tiga anak,” kata Gunawan saat mendampingi Anggota Wantimpres Muhamad Mardiono mengunjungi Dusun Paker RT04, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Sabtu (8/1/2022).

Anak yang kehilangan orang tua dipastikan mendapat bantuan sosial yang bersumber dari Kementerian Sosial dan Dana Keistimewaan (Danais). “Besaran bantuan bervariasi, ada Rp1,5 juta dalam setahun dan ada yang Rp200.000/bulan,” ujar Gunawan. Ia berharap bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dasar anak yang kehilangan orang tua tersebut.

Anggota Wantimpres Muhamad Mardiono mengatakan berdasarkan data nasional per 6 Januari 2022 tercatat ada 144.116 orang meninggal dunia akibat Covid-19. Sedangkan merujuk data dari Kemensos di akhir September 2021 terdapat 30.766 anak menjadi yatim, piatu dan yatim piatu akibat Covid-19.

Kondisi ini, menurutnya, menyisakan duka bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya. Melihat kondisi ini, Mardiono tergerak untuk mengangkat sembilan anak yatim piatu sebagai anak angkat.

Pemilihan sembilan anak ini untuk memberikan kesempatan dalam menempuh pendidikan hingga jenjang SMA. Mengingat sembilan anak itu tengah menempuh pendidikan dari jenjang SMP ke SMA, dan memerlukan biaya. “Seluruh biaya pendidikan kami tanggung. Kami juga memantau pertumbuhan dan kesehatan mereka,” katanya.

Anak yatim piatu yang dikunjungi Mardiono di Dusun Parker, adalah kakak beradik Maila Putri Pratama, 13, dan Maysa Putri Khasanah, 3.  Keduanya kehilangan ayah dan ibu yakni Maryadi dan Emilia. Saat ini mereka diasuh oleh neneknya, Musinem, 80.