Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Seorang pegawai di Kalurahan Bendungan, Karangmojo saat membantu dalam proses penyaluran bansos beras, Selasa (18/8). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) beras di Gunungkidul meningkat signifikan. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul mencatat 162.274 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Pusat.
Penyaluran bansos beras tersebut mulai dilakukan pada Selasa (18/8/2026) dan ditargetkan selesai pada 18 September 2026. Jumlah penerima kali ini bertambah sekitar 35.000 keluarga dibandingkan penyaluran periode sebelumnya pada April 2026.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Suyono, mengatakan bantuan tersebut berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog.
“Hari ini penyaluran perdana dan diselenggarakan serentak di Kapanewon Karangmojo. Untuk pelaksanaan sudah dibuat jadwal per kapanewon dan harus selesai pada 18 September mendatang,” kata Suyono, Selasa siang.
Penerima Bansos Beras Bertambah 35.000 Keluarga
Suyono menjelaskan, jumlah penerima bansos beras kali ini mencapai 162.274 KPM. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penyaluran pada April lalu yang tercatat sebanyak 127.442 KPM.
“Ada kenaikan sekitar 35.000 keluarga penerima manfaat dibandingkan dengan penyaluran di periode sebelumnya,” katanya.
Menurut Suyono, peningkatan jumlah penerima berkaitan dengan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) per 1 Juli 2026. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, penerima bansos beras diperuntukkan bagi keluarga yang masuk dalam desil 1-4.
“Sesuai data terbaru adan penambahan warga yang masuk desil 1-4. Makanya, berdampak terhadap naiknya jumlah penerima bansos beras di Kabupaten Gunungkidul,” katanya.
Dengan adanya penambahan penerima tersebut, Dinas Sosial P3A Gunungkidul terus berkoordinasi dengan Bulog yang bertugas menyalurkan bantuan. Pemantauan juga dilakukan untuk memastikan beras yang diterima keluarga penerima manfaat dalam kondisi layak dikonsumsi.
“Kami sudah lakukan monitor ke lapangan untuk memastikan bantuan diberikan layak dikonsumsi,” katanya.
Penyaluran Dimulai dari Karangmojo
Penyaluran perdana bansos beras di Gunungkidul dilakukan secara serentak di Kapanewon Karangmojo pada Selasa (18/8/2026). Selanjutnya, distribusi dilakukan berdasarkan jadwal yang telah disusun untuk masing-masing kapanewon.
Lurah Bendungan, Karangmojo, Santosa, membenarkan penyaluran bantuan beras telah dimulai di wilayahnya. Di Kalurahan Bendungan terdapat 417 keluarga penerima manfaat.
“Penerima bantuan bertambah banyak. Kenaikan sepertinya tidak hanya terjadi di Bendungan atau Gunungkidul, tapi juga di seluruh Indonesia,” katanya.
Selain jumlah penerima yang meningkat, besaran bantuan yang diterima setiap keluarga juga telah ditentukan untuk periode tiga bulan. Masing-masing KPM memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan.
Bantuan tersebut diberikan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan demikian, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh akumulasi bantuan sebanyak 30 kilogram beras.
“Setiap bulan mendapatkan bantuan beras seberat sepuluh kilogram, sehingga untuk tiga bulan total yang diberikan mencapai 30 kg,” kata Santosa.
Penyaluran bansos beras ini ditargetkan rampung pada 18 September 2026. Pemerintah melalui Dinas Sosial P3A Gunungkidul bersama Bulog melakukan pemantauan agar bantuan dari Cadangan Pangan Pemerintah Pusat dapat diterima oleh seluruh keluarga yang tercatat sebagai penerima sesuai data terbaru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Laptop lemot dapat disebabkan penyimpanan penuh, RAM terbatas, malware hingga overheating. Simak penyebab dan cara mengatasinya.
The Prajan Hotel & Villas yang berlokasi di kawasan Sagan, Yogyakarta, resmi dibuka dengan membawa filosofi “Your Serene Escape, Styled for You.”
Pemda DIY menyambut baik rencana gaji PPPK dibebankan ke APBN karena dinilai dapat meringankan beban anggaran daerah.
Viral tagging parkir memicu cekcok di tempat umum. Simak 10 etika parkir agar tidak mengganggu pengguna lain dan memicu konflik.