Houthi Serang Kilang Minyak Aramco, Arab Saudi Hadapi Ancaman Baru
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberikan sinyal kekhawatiran terkait sulitnya penerapan protokol kesehatan pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM) SD dan PAUD. Oleh karena itu ia berharap agar guru tidak bosan dalam memantau prokes anak demi mencegah penularan Covid-19.
Sultan HB X meyakini semua guru di sekolah sudah memahami penerapan prokes. Maka sudah menjadi kewajibannya untuk mengingatkan penerapan prokes pada anak. Akan tetapi bagi pelajar SMP dan SMA kemungkinan bisa memahami perintah penerapan prokes. Akan tetapi Sultan mengkhawatirkan untuk jenjang PAUD hingga SD terutama saat bermain di luar kelas yang tidak terpantau penerapan prokesnya.
BACA JUGA: Lima Gunung Api Purba Ditemukan di Gunungkidul, Ada yang di Pantai
"Pertanyaan saya, mungkin kalau anak SMP, SMA kita kasih tahu agar jangan terlalu dekat dengan teman [jaga jarak], masih bisa, tetapi kalau makin turun [SD, PAUD] apa iya [bisa diterapkan]. Kalau sekedar duduk di bangku mungkin masih bisa diatur tetapi kalau sudah bermain?," katanya di Kepatihan, Jumat (14/1/2022).
Kalau anak, imunitasnya tinggi kalau sekarang diswab hasilnnya tanpa gejala mungkin kalau 10 hari lagi diswab mungkin sudah hijau, kira-kira kan seperti itu, kecuali kalau dia ada penyakit lain. Sultan HB X berharap semua pihak termasuk sekolah dapat mengambil pengalaman bersama yang nyaris dua tahun menghadapi pandemi. Ia menilai tidak perlu takut menghadapi kondisi Covid-19 saat ini. Guru harus mampu memberitahu anak dan menerapkannya terkait prokes.
"Kondisi seperti ini dua tahun sudah kita pelajari. Jadi kita tidak perlu takut menghadapi kondisi yang ada eritahu anak. Masalahnya hanya di situ. Kalau usianya makin kecil, apalagi kalau PAUD, SD saja agak susah," ujarnya.
HB X berharap kepada para guru agar tidak bisa dalam mengawasi anak didiknya menerapkan prokes. Di sisi lain anak biasanya memiliki imunitas cukup tinggi sehingga memungkinkan kesehatannya dapat terjaga dengan baik. "Hal-hal seperti ini mungkin guru dianggap juweh, tetapi perlu terus diingatkan. Saya kira kalau yang SMA mungkin no problem," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.