Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Pedagang berjualan di Teras Malioboro 1, Rabu (2/2/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Beberapa pedagang kaki lima (PKL) yang menempati Teras Malioboro 2 atau eks Kantor Dinas Pariwisata DIY dan Teras Malioboro 1 atau eks Gedung Bioskop Indra mulai menjajakan dagangan mereka.
Pedagang yang tidak perlu membuat atau memodifikasi rak sudah menata barang dagangan mereka. Beberapa pedagang sudah menjajakan dagangan seperti pakaian, pernak-pernik, sampai kuliner.
BACA JUGA: 6 Tempat Wisata Sekitar Malioboro yang Bisa Ditempuh Jalan Kaki, Lengkap dengan Perkiraan Waktunya
Salah satu penjual soto, Ambar, 35, telah menjual 50 porsi sampai sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, semua pembeli adalah sesama pedagang.

“Saya yakin pasti ramai, karena dua muka, bisa masuk dari dua sisi [dari Jalan Malioboro dan Jalan Mataram]. Sebenarnya luas lapaknya belum sesuai keinginan, tetapi ini sudah ketentuannya. Harus optimistis,” kata Ambar, Rabu (2/2).

Ambar harus membawa beberapa galon dari rumah karena tidak ada keran air di dekat lapaknya. Hanya ada satu wastafel untuk cuci tangan. Sementara, toilet berada jauh dari lapaknya.

Selain ada yang sudah mulai berjualan, banyak pula pedagang yang masih menata lapaknya. Beberapa juga terlihat memodifikasi gerobak agar sesuai dengan kondisi lapak baru tempat berjualan.

BACA JUGA: Puluhan PKL Masih Nekat Berjualan di Sepanjang Malioboro, Aparat Ancam Angkut Barang
Di Teras Malioboro 1 atau Bekas Gedung Bioskop Indra, beberapa orang sudah menjajakan dagangannya. Salah satu penjual pakaian, Rohan, 25, menjajakan dagangannya sejak hari ini.

“Hari ini baru pindahan langsung jualan. Lapaknya memang kurang luas, seperempat dari lapak sebelumnya [yang di lorong Jalan Malioboro]. Sejauh ini belum ada yang beli, masih sibuk pedagang yang pindah dan beres-beres,” kata Rohan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta