Jadwal SIM Keliling Sleman Mei 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM keliling Sleman Mei 2026 hadir di sejumlah titik, termasuk layanan malam Simeru di Sleman City Hall.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengkhawatirkan kemungkinan virus Corona terus bermutasi seiring dengan sulitnya masyarakat mengontrol diri. Jika virus tersebut terus bermutasi, Raja Ngayogyakarta ini mengkhawatirkan kondisi pandemi Covid-19 sulit berlalu dan berpengaruh terhadap kemampuan anggaran baik di level daerah maupun Pusat.
Sultan mengatakan kebijakan apa pun yang diterbitkan pemerintah dalam menangani pandemi, selama masyarakat tidak bisa mengontrol diri untuk melakukan pembatasan maka dampaknya akan terjadi mutasi virus terus menerus. Karena suntikan vaksinasi yang diberikan saat ini bersifat bukan mematikan virus. Karena faktanya mereka yang sudah divaksin masih dapat tertular.
“Itu imun gitu lho tapi lama-lama juga menurun baru nanti jangka menengah panjangnya, lebih baik imunnya tapi bukan membunuh virus dari awal disuntik lebih tinggi punya jangka panjang imunitas,” katanya di Kompleks Kepatihan, Kamis (3/2/2022).
BACA JUGA:Hati-Hati! Kasus Covid-19 Indonesia Naik 235 Persen dalam Sepekan
Sultan khawatir jika belum ada obat yang bisa membunuh virus tersebut maka akan terus bermutasi. “Karena tidak membunuh itu saya khawatir, tapi saya bukan org ahli lho hanya dari pengalaman mutasi-mutasi [virus]. Saya khawatir kita vaksin dan sebagainya tapi karena ada omicron tidak membunuh hanya dasarnya imunitas nyatanya juga yang sdh suntik bisa [tertular], saya khawatir nanti mutasi lagi,” ucapnya.
Jika mutasi virus Corona ini terus menerus terjadi, kata Sutan, maka yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah sampai kapan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bisa bertahan.
“Kalau seperti ini terus, kapan selesainya? lha kalau kapan selesainya, apa kita mampu bertahan, kan bisa jadi miskin karena anggaran dipakai semua setiap tahun seperti itu kalau terjadi mutasi,” ujarnya.
Menurut Sultan yang diperlukan dari pengalaman mutasi saat ini adalah kemampuan menciptakan vaksinasi yang bisa menyelesaikan masalah tersebut, alias langsung menghentikan. Karena jika tidak, maka omicron tidak lenyap, melainkan bermutasi lagi
“Tetapi kekhawatiran seperti itu kalau yang kondisi seperti itu sekarang tanya APBD mampu bertahan engga, APBN mampu bertahan enggak. Akhirnya kan itu gitu lho. Sama juga negara barat akan mengalami hal yang sama,” katanya. (Sunartono)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Sleman Mei 2026 hadir di sejumlah titik, termasuk layanan malam Simeru di Sleman City Hall.
Aisyiyah menegaskan dakwah kemanusiaan, penguatan Posbakum, dan peran perempuan dalam perdamaian global di tengah meningkatnya konflik dunia.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta Gedung Kelurahan Tegalpanggung tak hanya melayani administrasi, tetapi juga menampung aktivitas warga.
TNI AU terus mematangkan kesiapan pilot Rafale. Delapan penerbang disiapkan melalui seleksi ketat dan pelatihan hingga ke Prancis.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.