BBW Books Kembali Digelar di Jogja, Ini Jadwal dan Lokasinya
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
Naufal Alfareza, mahasiswa S-2 yang berhasil lulus dengan dua gelar dengan sekali periode kuliah. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Banyaknya perguruan tinggi di Jogja menyediakan beragam potensi beasiswa pendidikan. Akantetapi tidak banyak mahasiswa memanfaatkan peluang tersebut. Butuh keberanian untuk bersaing dalam mengikuti seleksi beasiswa.
Salah satu pemuda yang sukses dengan beasiswa fastrack double degree atau kuliah pada dua perguruan tinggi di dalam dan luar negeri untuk sekali program adalah Naufal Alfareza. Ia berhasil lulus dari Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) yang berhasil meraih gelar Magister Teknik dan MBA dari Industrial Management National Taiwan University of Science.
Menurut Naufal niat menjadi paling utama dalam menempuh studi. Ia sebenarnya tidak menyangka dapat meraih dua gelar sekaligus. Bahkan ia tidak memiliki pondasi Bahasa Inggris secara khusus. Tidak pernah mengikuti kursu. Tetapi ia aktif menulis publikasi serta sejumlah kompetisi dengan materi berbahasa Inggris. Kenyataan itu yang memaksa dia mau tidak mau harus memahami bahasa Inggris.
"Tipsnya diniati belajar, jangan banyak mengeluh, sehingga apabila kurang motivasi, ada dorongan kuat saya ingin lebih baik. Selain itu harus berani mencoba bersaing, jangan berfikiran belum seleksi merasa sudah pesimis. Kebetulan saya tidak pernah kursus bahasa Inggris, tetapi beberapa kompetisi saya ikuti dengan materi bahasa Inggris yang membuat saya memaksa diri harus bisa Bahasa Ingggris," katanya, Sabtu (5/2/2022).
BACA JUGA: Ini Kebiasaan Jokowi yang Jarang Diketahui Orang
Ia memperoleh informasi beasiswa fastrack double degree tersebut dari kampus, lalu mendaftar dan melalui sejumlah tahapan tes. Kemudian mampu melewati hingga lolos mengikuti program fastrack UII-National Taiwan University untuk jenjang S-2. Beasiswa ini di tempuh di dua kampus masing-masing setahun. "Ada beberapa tahapan tes, termasuk TOEFL dengan standar internasional yang memang harus benar-benar siap," ucap alumni SMA Muhi Kota Jogja ini.
Ia memulai kuliah selama setahun di UII, barulah tahun kedua berangkat ke Taiwan pada Oktober 2020 saat pandemi Covid-19 gelombang pertama. Menjadi tantangan tersendiri baginya menjalani pendidikan di luar negeri saat pandemi. Prosedur sangat ketat dan harus menjalani proses karantina. Apalagi saat itu Taiwan sempat membatasi kedatangan pelajar dari Indonesia.
"Seharusnya kuliah Agustus tetapi karena pandemi diundur Oktober, saya perlahan bisa beradaptasi meski pun awalnya sempat khawatir karena pandemi. Intinya saya kembali niat awal untuk belajar," ucapnya.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, ia berhasil lulus dengan mempertahankan tesisnya berjudul Segmentasi Pelanggan dengan Algoritma Density Peak Possibilistic Fuzzy C-Means Berbasis Metaheuristik. Setelah sidang di kampus Taiwan, kembali ke Indonesia sidang lagi dihadapan penguji. Penelitiannya mampu dipertanggungjawabkan, Naufal pun memperoleh dua gelar sekaligus dalam waktu singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
PP Nomor 26 Tahun 2026 membuka peluang PPPK dosen menjadi PNS. Cek syarat, kriteria, dan tiga tahap seleksi yang harus dilalui.
Timnas voli putri Indonesia hadapi AVC 2026 tanpa Megawati. Khanza/Arsela isi opposite. Target enam besar. Lawan Kazakhstan, Thailand, Australia.
Google Discover kini bisa diatur menggunakan prompt bahasa alami. Pengguna dapat mengarahkan algoritma agar menampilkan konten yang lebih relevan.
NCT 127 kembali konser di Jakarta pada 3 Oktober 2026. Tiket General Sale mulai Rp1,35 juta hingga Rp3,5 juta.
Gempa magnitudo 3,5 di Bantul menyebabkan dua rumah warga di Sorosutan, Kota Jogja, mengalami retak pada bagian tembok ruang tamu.