Mahasiswa UGM Bikin Riset Ekstrak Daun Selasih untuk Bantu Penderita Hipertensi

Biji dan daun selasih. - Istimewa
26 Oktober 2021 22:07 WIB Yudhi Kusdiyanto Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Riset Eksakta UGM berhasil lolos dalam seleksi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2021, Selasa (28/9/2021).

PKM berjudul Neuroprotektif Ekstrak Daun Selasih (Ocimum Basilicum) pada Model Hewan Hypertensive Encephalopathy berawal dari inisiasi Dika dan Cici, dua mahasiswa FK-KMK UGM yang saat itu tergabung dalam Medical Science Club.

Lima orang anggota tim yang berisi tiga mahasiswa FK-KMK UGM dan dua mahasiswa dari Fakultas Farmasi UGM ini berhasil menciptakan ide riset yang bertujuan untuk mencari efek neuroprotektif ekstrak daun selasih dengan hypertensive encephalopathy. “Ekstrak daun selasih memberikan efek antioksidan dan antihipertensi bagi manusia. Dari situ tim kami memiliki ide untuk mengembangkan ekstrak daun selasih dengan efek neuroprotektif pada komplikasi penyakit hipertensi yaitu hypertensive encephalopathy dengan model penelitian dengan hewan,” kata Dika dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (26/10/2021).

Menurut Dika, ada dukungan dan tantangan yang dihadapi selama penelitian. “Tantangan yang sulit yakni mendapatkan model hewan coba karena berbagai laboratorium tutup selama PPKM, namun akhirnya kami mendapatkannya di PAU UGM sesuai dengan ketentuan yang kami inginkan,” ujarnya.

Dika berharap inovasi ini dapat memberikan pengetahuan baru sebagai rujukan dan dapat lebih dikembangakan lagi di masa depan agar dapat diterapkan dalam skala nasional, sekaligus menjadi solusi bagi masyarakat di Indonesia.

Sementara, tim lain menginisiasi pembuatan permainan edukatif Lingkar Bregada sebagai media pembelajaran kebudayaan Jawa. Penelitian ini mengantar mereka melaju ke Pimnas 2021.

Tim ini terdiri dari mahasiswa FK-KMK UGM yang diketuai Fitriana Aulia. Ada dua alasan utama pengembangan produk permainan edukatif ini, yakni tim merasakan adanya kekurangan pengalaman belajar bahasa Jawa yang variatif, serta tim merasakan adanya keterbatasan sumber belajar bahasa Jawa. “Kurangnya bahan ajar dan keinginan untuk menarik minat pembelajaran bahasa Jawa bagi anak-anak dengan media pembelajaran yang inovatif membuat kami tertarik untuk mengembangkan ide ini,” kata Fitriana Aulia.

Permainan edukatif berbentuk monopoli yang memuat pengetahuan umum bahasa Jawa ini menggunakan 10 bidak bregada dalam satu set permainan. Namun, untuk memainkannya hanya dapat dilakukan empat orang pemain.