Dua Rumah di Umbulharjo Retak Usai Gempa Magnitudo 3,5 Bantul

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Jum'at, 21 Agustus 2026 13:17 WIB
Dua Rumah di Umbulharjo Retak Usai Gempa Magnitudo 3,5 Bantul

Kondisi rumah retak terdampak gempa di Umbulharjo, Kota Jogja, saat ditinjau pada Kamis (20/8/2026) malam. Ist/ Dok. BPBD Kota Jogja

Harianjogja.com, JOGJA— Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 yang mengguncang wilayah Bantul pada Kamis (20/8/2026) sore meninggalkan dampak di Kota Jogja. Dua rumah warga di Kalurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, dilaporkan mengalami keretakan pada bagian tembok setelah getaran gempa dirasakan di wilayah tersebut.

Kerusakan terjadi di kawasan Nitikan Baru Gang Gemini, Sorosutan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja langsung menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan kondisi bangunan yang terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat, mengatakan asesmen lapangan telah dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan akibat gempa yang berpusat di wilayah Bantul tersebut.

"Tim kami sudah melakukan asesmen di lokasi untuk melihat kondisi bangunan. Tidak ada korban jiwa maupun penyintas dalam kejadian ini," kata Nur saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).

Retakan Muncul di Dua Rumah Warga

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, rumah pertama yang terdampak merupakan milik Manda. Bangunan tersebut mengalami retakan pada tembok ruang tamu dengan panjang sekitar lima meter.

Lebar retakan diperkirakan mencapai satu milimeter. Kerusakan itu ditemukan pada bagian dinding ruang tamu dan masih memerlukan penanganan lebih lanjut agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.

Sementara itu, rumah kedua yang terdampak merupakan milik Nanik yang berada di lokasi yang sama. Pada bangunan tersebut ditemukan retakan pada tembok sepanjang sekitar 3,5 meter.

Lebar retakan juga diperkirakan sekitar satu milimeter. Sama seperti rumah pertama, bagian yang terdampak berada di ruang tamu.

BPBD Lakukan Asesmen dan Pemantauan

Nur menjelaskan langkah awal yang dilakukan setelah menerima laporan ialah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Jogja ke lokasi kejadian.

Tim melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan sekaligus mendata dampak yang ditimbulkan oleh gempa. Warga sekitar juga terlibat dalam proses penanganan awal di lokasi.

Menurut dia, kebutuhan utama yang saat ini diperlukan adalah perbaikan pada bagian bangunan yang mengalami keretakan.

"Untuk sementara kebutuhan yang diperlukan adalah perbaikan pada bagian yang mengalami retak. Kondisinya masih kami asesmen dan belum terkondisi sepenuhnya," ujarnya.

BPBD Kota Jogja masih terus memantau perkembangan kondisi bangunan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan yang membahayakan penghuni rumah.

Gempa Berpusat di Timur Laut Bantul

Gempa yang memicu keretakan pada dua rumah tersebut terjadi pada pukul 17.20.57 WIB.

Berdasarkan pembaruan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki magnitudo 3,5 dengan pusat gempa berada di daratan sekitar 11 kilometer timur laut Bantul.

Gempa terjadi pada kedalaman 21 kilometer. Dengan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenter tersebut, BMKG mengategorikan peristiwa ini sebagai gempa dangkal.

BMKG menjelaskan aktivitas gempa berkaitan dengan pergerakan Sesar Opak yang selama ini dikenal sebagai salah satu sumber aktivitas kegempaan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Getaran Terasa Hingga Jawa Tengah

Selain dirasakan warga di Bantul, getaran gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

BMKG mencatat intensitas getaran di Kota Jogja dan Bantul mencapai III MMI. Pada tingkat ini, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah dan dapat terasa seperti truk bermuatan berat yang sedang melintas.

Sementara itu, wilayah Kulonprogo, Sleman, Klaten, Solo, dan Magelang merasakan getaran dengan intensitas II MMI.

Pada skala tersebut, getaran biasanya hanya dirasakan sebagian orang, sementara benda-benda ringan yang tergantung dapat bergoyang.

Hingga Kamis petang, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan setelah kejadian utama. Meski demikian, BPBD Kota Jogja tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi bangunan yang terdampak serta kemungkinan munculnya laporan kerusakan lain pascagempa di wilayah Kota Jogja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online